Rutin Ditertibkan, Reklame Liar di Malang Tiada Habisnya

  • Whatsapp
reklame malang
Made Arya Wedanthara PLT Bapenda Malang saat melakukan pemaparan terpisah terkait pajak reklame. (istimewa)
banner 468x60

MALANG – Banyaknya reklame liar yang terpampang di sepanjang jalanan Kabupaten Malang, membuat Pemkab tak gentar lakukan penertiban. Meskipun operasi reklame liar sudah digelar setiap minggu, jumlahnya tiada habisnya.

Sekretaris Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang masih sangat menyesalkan hal itu.

Baca Juga

BACA JUGA: Bea Cukai Malang Amankan Ribuan Batang Rokok Ilegal

“Kalau data harus kita lihat dulu, tapi setahu saya sepanjang saya lihat kebanyakan iklan perumahan,” ujar Mando

Reklame liar yang dimaksud adalah pemasangan reklame yang tak memiliki ijin. Hal itu berpotensi merugikan Pemkab Malang karena tak bayar pajak.

“Biasanya kebanyakan di pohon dan tiang listrik. Personel kita juga terbatas hanya ada 2 regu atau 16 personel, dari situ kita berinisiatif untuk melakukan penertipan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Mando melanjutkan, dalam sebulan terakhir ini sudah ada 3 kegiatan penertipan dan masih ada 18 kegiatan penertipan lagi hingga akhir tahun.

Untuk sasaran penertiban, Satpol PP melakukannya secara acak di seluruh wilayah Kabupaten Malang. “Dari data yang kita miliki, kebanyakan ada di wilayah kecamatan sekitaran Kota Malang, seperti Pakisaji, Kepanjen, Singosari dan Lawang,” tambahnya.

Mando juga menambahkan, pihaknya tidak main asal copot. Sebelumnya pihak Satpol PP juga sudah memperingatkan para pelaku reklame liar dan berkoordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang.

Secara terpisah, PLT Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara juga membenarkan jika pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Satpol PP.

BACA JUGA: Disparbud: Trayek Arjosari-Pantai Selatan Malang, Trayek Promosi Wisata

“Kalau kita tidak bertindak, reklame liar tersebut selain merusak pemandangan dan lingkungan juga akan merugikan kas Pemkab Malang. Terutama dari sektor pajaknya,” pungkas Made.

Sebagai Informasi, sejak tahun 2019 pajak reklame terpantau mengalami surplus hingga 5 persen. Dari target yang dipatok Rp 3,9 miliar, hingga akhir tahun 2019 pajak reklame sudah terkumpul Rp 4,1 miliar.(aje/lna)

Post Terkait

banner 468x60