RSSA Malang Lakukan Pendataan Tenaga Medis Penerima Vaksin Covid-19

  • Whatsapp
vaksin covid
Ilustrasi: Gedung Paviliun RSSA Malang.(foto: malangpostonline.com)
banner 468x60

MALANG – Belum lama ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendapat kepastian terkait ketersediaan vaksin covid-19 yang akan dibagikan kepada 9,1 Juta penduduk Indonesia. Rencananya, vaksin tersebut akan diberikan kepada tenaga medis yang berada di garda terdepan penanganan covid-19.

Untuk itu, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) melakukan pendataan terhadap sejumlah tenaga medis yang ada. Jumlahnya, ada 900 orang tenaga medis yang terdiri dari 300 orang dokter dan 600 orang perawat.

Baca Juga

Kasubbag Humas RSSA Malang, Dony Iryan mengungkapkan, pendataan terkait penerima vaksin Covid-19 dari RSSA disusun oleh tim internal. Penerima vaksin Covid-19 nanti akan disusun sesuai skala prioritas.

BACA JUGA: RSSA Kembangkan Inoscope, Cegah Penularan COVID-19 Nakes

“Kami punya lini pertama, lini kedua dan lini ketiga. Dokter ada 300 orang dan perawat dan lainnya berjumlah 600 orang. Mereka diprioritaskan karena kontak erat dengan penanganan Covid-19,” terang dia.

Dony menguraikan, pendataan tersebut lebih dulu dilakukan meski sampai saat ini belum ada kepastian kapan vaksin tersebut akan tiba.

“Yang jelas kami masuk dalam prioritas. Kami masih tunggu kebijakan nasional (pendistribusian vaksin). Pendataan sudah ada yang dilakukan oleh internal rumah sakit,” ujar dia.

Sementara itu, secara keseluruhan, RSSA Kota Malang memiliki sekitar tiga ribu orang karyawan, termasuk tenaga medis, seperti dokter dan perawat. Dengan status sebagai RS rjukan Covid-19, seluruh karyawan RSSA termasuk dalam golongan rentan tertular Covid-19.

“Kami ada tiga ribu orang terdiri dari dokter, perawat dan administrasi kurang lebih segitu. Itu semua ada datanya tinggal menunggu kebijakan pemerintah, lini keberapa yang didahulukan,” tandas dia.

Sebelumnya, terkait penerimaan vaksin, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang optimis akan mendapatkan jatah dari pemerintah pusat.

“Saat ini, kami sudah mendata, siapa yang akan didulukan untuk divaksin, terutama orang-orang yang memberikan layanan publik,” terang Wali Kota Malang, Sutiaji.

Sampai saat ini, Sutiaji menguraikan, pihaknya masih belum mendapatkan petunjuk teknis (juknis) dan jumlah kuota terkait vaksin tersebut.

“Kuota belum muncul (dari pemerintah pusat). Kami minta segera vaksin. Sebab, ini mendesak,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketersediaan dan pendistribusian vaksin covid-19 masih menunggu kebijakan dari Kemenkes.

BACA JUGA: Kota Malang Ingin Prioritas Dapat Vaksin COVID-19

“Kalau terkait vaksin, Peraturan Presiden (Perpres)-nya sudah ada, tinggal menunggu petunjuk teknis dari Kemenkes terkait daerah mana saja yang dapat,” terang Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang, dr. Husnul Muarif.

Pria yang juga menjabat sebagai Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Malang itu menguraikan, daerah yang menjadi priorittas penerima aksin akan ditentukan dalam waktu dekat.

“Insya Allah, pada pertengahan Desember 2020 dan berlanjut di tahun 2021 dan 2022, nanti akan dilihat perkembangan vaksinnya bagaimana,” papar dia.(nda/lna)