PPKM Hari ke-6, Wali Kota Malang Segel Kafe Bandel

  • Whatsapp
Wali Kota Malang menyegel kafe karena buka sampai pukul 23.00 melebihi jam malam. (Lucky Aditya)

NUSADAILY.COM – MALANG – Wali Kota Malang, Sutiaji bersama tim gabungan mengadakan patroli penertiban PPKM, Sabtu, 16 Januari 2021. 5 kafe bandel mendapat teguran keras, dan ada 1 cafe yang langsung disegel karena mengelabuhi petugas.

Operasi yang dilaksanakan tadi malam tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Kapolresta Malang Kota, dan Dandim 0833 Kota Malang,

Aksi kucing-kucingan antara tim gabungan dan beberapa kafe bandel terjadi pada malam itu.

Di salah satu cafe bandel, pengelola mengelabuhi tim gabungan dengan mematikan lampu kafe seakan-akan sudah tutup. Padahal di dalam kafe terdapat sekira 30 pengunjung yang sedang nongkrong.

BACA JUGA: Beberapa Kecamatan di Lumajang Terguyur Hujan Abu Vulkanik Gunung Semeru

Pagar kafe juga ditutup, saat dibuka terdapat puluhan motor terparkir. Padahal waktu menunjukan pukul 23.00 WIB dimana jam malam di Kota Malang saat PPKM adalah pukul 20.00 WIB.

Wali Kota Malang, Sutiaji langsung mencari penanggungjawab kafe. Dia menegur pengelola karena abai terhadap jam malam dan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Karena dianggap sengaja mengelabuhi tim gabungan. Wali Kota Malang langsung memutuskan kafe disegel dan dilarang buka sampai 14 hari ke depan.

“Masih banyak kejadian seakan-akan kita kucing-kucingan (mengelabuhi) tapi itu orang-orang tertentu. Jangan jadi pengusaha-pengusaha yang tidak mempunyai kesadaran. Dari depan seperti tutup karena lampu juga mati. Saat kita obrak, banyak pengunjung yang masih nongkrong,” kata Sutiaji.

Membuat tim gabungan jengkel terhadap pengelola kafe adalah aksi mengelabuhi petugas. Sebab, dengan sengaja pengelola mematikan lampu dan menutup pagar. Sementara di dalam, para pengunjung banyak yang tidak memakai masker dan mengabaikan jaga jarak.

“Kami tutup pertama saya lihat tidak tertib protokol COVID-19. Kedua mereka buka sampai pukul 23.00 WIB. Terus yang ketiga seperti kita ditipu gitu, lampu dimatikan semuanya. Pagarnya ditutup, pagarnya kan tertutup jadi motor tidak kelihatan dan tidak ada yang pakai masker. Banyak yang tidak pakai masker,” ujar Sutiaji.

BACA JUGA: Ini Sosok Joelina Bee, Pedangdut dari Amerika Serikat – DangdutPro.com

Sutiaji mengatakan, tambahan kasus COVID-19 di Kota Malang terus bertambah. Jumlah kasus harian di atas 50 orang, angka kematian pasien COVID-19 juga cukup tinggi. Hampir setiap hari 5 orang di Kota Malang meninggal karena virus menular ini. Untuk itu, Pemerintah Kota Malang terus melakukan operasi gabungan agar masyarakat memiliki kesadaran dalam penerapan protokol kesehatan apalagi sedang diberlakukan PPKM Jawa – Bali.

“Pengusaha harus ada kesadarannya, masyarakat juga ada kesadaran. Karena sesungguhnya kami keliling (operasi) itu bukan menjadi musuh masyarakat tapi kita sayang kepada masyarakat. Tidak henti-hentinya kita mengingatkan sejak awal pandemi COVID-19,” tutur Sutiaji.

Selama PPKM, Satpol PP Kota Malang telah melakukan penutupan tempat usaha sebanyak 30 tempat. Mereka terbukti melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Pada razia kali ini, sebanyak 5 kafe mendapat sanksi teguran dan 1 kafe langsung di segel tanpa peringatan karena dianggap sengaja mengelabuhi petugas.

“Kalau kami temukan sesuai dengan kriterianya atau kaidah-kaidah hukum itu maka akan kami tindak. Kita tidak ada toleransi. Jumat kemarin kami melakukan penutupan. Hari ini juga kami penutupan. Dan tidak menutup kemungkinan kami operasi yang lain juga kami tutup. Jadi kami tidak tebang pilih,” kata Sutiaji. (nda/kal)