Polisi Babat Puluhan Pengedar Narkoba Via Online yang Tumbuh Pesat di Jember

  • Whatsapp
narkoba jember
Selama dua bulan, sebanyak 58 orang pengedar narkoba ditangkap Satreskoba Polres Jember. (nusadaily.com/Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Peredaran narkoba di Kabupaten Jember dalam perkembangannya semakin pesat dan merajalela. Gambaran kondisi yang demikian tampak dari hasil data adanya 52 kasus narkoba dengan pelaku sebanyak 58 orang yang terungkap hanya dalam waktu sekitar 60 hari.

“Semuanya kami ungkap dari bulan Januari sampai Februari ini,” beber Kepala Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Jember, AKP Dika Hadian Wijaya Wiratama melalui keterangan resmi pada Rabu, 3 Maret 2021.

Baca Juga

BACA JUGA: Kebangetan! Oknum Polisi Jual Senpi ke KKB Papua Diduga Buat Beli Narkoba

Adapun lokasi tindak kejahatan mencakup 13 kecamatan dari 31 wilayah kecamatan di Jember. Sedangkan, total barang bukti berupa serbuk sabu-sabu seberat 45,43 gram dari 17 tersangka; serta obat daftar G jenis pil dekstrometorphan 34.867 butir, dan pil thrihexyphenidyl 35.875 butir yang berasal dari 41 tersangka.

Sorotan polisi terhadap sekian banyak kasus tersebut berkaitan dengan terjadinya pergeseran modus yang dilancarkan para pelaku pengedar narkoba.

Tren saat ini, narkoba mulai diedarkan dengan modus lewat situs jual-beli online dan juga jasa pengiriman instan. Modus konvensional melalui kurir perjalanan banyak ditinggalkan.

Beragam situs penjualan maupun jasa pengiriman barang yang tersedia di internet sekarang kerap dipakai untuk menyamarkan narkoba.

Polisi yang menanggulangi modus semacam itu harus dengan cara penyelidikan mendalam untuk mendeteksi sampai mengetahui penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Akibat penjualan narkoba secara online, mata rantai pengedar tampak kelihatan samar. Demikian halnya dengan asal-usul barang yang terkesan kabur lantaran pelaku sengaja menyamarkan identitasnya.

“Pengiriman kebanyakan dari luar Jember,” kata perwira lulusan Akademi Kepolisian angkatan 2012 tersebut.

Dika menegaskan, pihaknya menerapkan penahanan badan terhadap seluruh tersangka yang berjumlah 58 orang. Seluruh benda yang berkaitan dengan perbuatan tersangka seperti narkoba, uang, alat komunikasi, dan juga kendaraan berupa truk dan sepeda motor diamankan untuk menjadi barang bukti di persidangan.

Jeratan hukum bagi tersangka sabu-sabu dikenakan Pasal 114 sub Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun sampai 20 tahun penjara.

BACA JUGA: Polresta Banyuwangi Ringkus 15 Pengedar Narkoba

Sementara, tersangka penyalahgunaan pil dekstrometorphan, dan pil thrihexyphenidyl dijerat dengan Pasal 196 sub Pasal 197 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.

Selebihnya, Dika mengutarakan, pemberantasan narkoba akan terus berlanjut meskipun para pelakunya mengubah strategi modus kejahatannya.

“Kami sangat ingin memberikan rasa aman dan keadilan penegakan hukum untuk masyarakat,” pungkasnya. (sut/lna)