PMK: Pemahaman Warga Surabaya soal Pengendalian Kebakaran Mulai Meningkat

  • Whatsapp
Kebakaran
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya menggelar simulasi dan mitigasi pencegahan pengendalian kebakaran di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Sabtu (5/6/2021). (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya, Jawa Timur, menyebut pemahaman warga Kota Pahlawan, Jawa Timur, khususnya di kawasan perkampungan terkait pengendalian kebakaran mulai meningkat.

Kepala Dinas PMK Surabaya Dedik Irianto di Surabaya, Minggu, mengatakan, pemahaman warga itu dapat dilihat pada saat kejadian kebakaran, di mana petugas PMK tiba di lokasi sudah tinggal pembasahan bara-baranya.

Baca Juga

BACA JUGA: Vaksinasi Tahap Ketiga di Surabaya Sasar Disabilitas hingga ODGJ – Nusadaily.com

“Kemudian memastikan suhu thermal apakah berpotensi terjadinya perambatan atau tidak. Karena sudah bisa dipadamkan oleh warga,” katanya.

Ia mengatakan selama ini PMK rutin melakukan sosialisasi terkait pengendalian kebakaran di perkampungan padat penduduk, terutama memasuki musim kemarau. Melalui sosialisi tersebut diharapkan warga tidak panik dan mengerti apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran di lingkungannya.

“Alhamdulillah karena kami gencar sosialisasi ke RT/RW sebelum pandemi COVID-19. Alhasil kami sering tiba di TKK ternyata api sudah berhasil dipadamkan oleh warga. Artinya,masyarakat menjadi juru padam yang sebenarnya,” kata Dedik Irianto.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan, ketika sebuah permukiman penduduk terjadi kebakaran, maka penanganan pertama itu adalah warga setempat.

“Kekuatan untuk mengatasi kebakaran itu adalah saat penanganan pertama kali atau di tiga menit pertama dan itu adalah warga setempat,” katanya.

Ia memastikan, dalam setiap RT/RW sudah dibentuk relawan yang sigap dan cepat dalam mengendalikan kebakaran.

BACA JUGA: Dinkes Surabaya Siapkan Layanan Antar Obat Pasien Rawat Jalan – Noktahmerah.com

Oleh sebab itu, ia memastikan, setiap relawan per RW harus ada satu orang Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). Relawan tersebut, nantinya akan dibekali kendaraan motor lengkap yang dapat menampung air.

“Sehingga ketika ada kebakaran bisa langsung bertindak, bisa langsung menghentikan kebakaran. Tidak semua kelurahan memang, tapi wilayah kampung padat penduduk yang paling penting,” demikian Eri Sahyadi.(eky)