Pilot Project Vaksinasi, Pemkot Malang Canangkan Skema Drive Thru

  • Whatsapp
FOTO: Wali Kota Malang, Sutiaji
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Kementrian Kesehatan (Kemenkes) akan menjadikan proses vaksinasi covid-19 di Kota Malang sebagai pilot project. Untuk merealisasi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sedang menyiapkan skema drive thru dan akan segera dilakukan simulasi.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemenkes berkaitan dengan pelaksanaan program pilot project vaksinasi Covid-19 di Kota Malang.

“Rencananya, inovasi percepatan vaksinasi dengan sistem drive thru,” terang dia, Rabu (3/3/2021).

Sebab, lanjut dia, banyak permintaan dari elemen masyarakat. Seperti, dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), ojek online, hingga masyarakat umum.

“Belum (waktu pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal), masih menunggu. Sehingga, dalam waktu dekat, kami akan membuat simulsi drive thru vaksinasi biar cepat, pakai mobil pun lansung bisa,” papar dia.

pelaksanaan Vaksinasi Massal Masih Harus Menunggu Kuota

Sutiaji menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi massal itu nantinya juga masih harus menunggu kuota dari jatah vaksin yang diberikan oleh pemerintah pusat.

“Kuotanya masih belum (untuk vaksinasi massal). Kuota sudah sesuai dengan yang saat ini, makannya, kami akan lakukan inovasi percepatan, nanti di dropping (dosis vaksin Covid-19) duluan,” jelas dia.

Proses dari sistem vaksinasi drive thru ini nantinya akan lebih mudah. Yakni, ditaksir hanya memakan waktu lima menit saja. Sedangkan, jika sistem vaksinasi pada umumnya memang dikatakannya lebih lama, mengingat perlunya skrining administrasi hingga kesehatan.

“Kalau itu (drive thru), sebetulnya totalitas itu ndak lebih dari lima menit. Kami juga masih mencari untuk lokasinya nanti,” imbuh dia.

Sementara ini, untuk percepatan vaksinasi covid-19, pihaknya telah menargetkan yang telah berjalan saat ini. Setiap harinya, mampu mencapai delapan ribu orang. Sedangkan, jika vaksinasi massal itu nanti dilakukan, dalam satu gelaran bakal ditargetkan 10 ribu orang yang divaksin covid-19.

“Saat ini saja, kami targetkan setiap hari 8.000 orang. Tapi, ini baru terpenuhi 6.000 sampai 6.500-an. Kami akan lakukan trus menerus untuk itu. Karena yang lama bukan vaksinnya, tapi proses mulai tesnya, dia harus cek darah dan yang lainnya,” pungkas dia.(nda/aka)