Petakan Titik Banjir, Pemkot Malang Segera Buat Master Plan

  • Whatsapp
banjir malang
Ilustrasi banjir di Kota Malang. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus melakukan upaya untuk mengatasi masalah banjir. Salah satunya, yakni dengan memetakan titik-titik krusial lokasi banjir.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, tahun ini, setidaknya tercatat ada penambahan 11 titik banjir di Kota Malang. Sementara, pada tahun 2018 lalu, ada 56 titik banjir yang diinventarisir. Dari jumlah tersebut sudah berkurang dan menyisakan 26 titik lokasi yang masih terjadi banjir di tahun 2019.

Baca Juga

BACA JUGA: DPUPRPKP Kota Malang Segera Atasi Masalah Banjir di Jalan Ir. Rais dan Sumbersari

“26 itu dikerjakan di tahun 2020, saya masih belum dapat laporan berapa yang sudah dikerjakan. Tapi, tahun ini ada penambahan 11 titik kagi. Itu yang menjadi konsentrasi kita,” ungkap dia.

Beberapa titik banjir baru yang terjadi di awal tahun ini, seperti di Jalan Basuki Rahmat atau Kawasan Koridor Kayutangan. Kemudian, di kawasan Jalan Danau Kerinci, Jalan Mayjen Sungkono Gang VI, Jalan Kiyai Malik Dalam, Jalan Pekalongan Dalam, wilayah Kelurahan Bareng, Jalan Peltu Sujono (kawasan Pasar Besi Comboran), kawasan Pasar Gadang, Jalan Kedawung, Jalan Arkodion, dan Jalan Taman Siswa.

“Kami akan buat masterplan drainae, tim ahli sudah ketemu dengan PU (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman), tim ahli planologi dan Prof Bisri yang memang beliau guru besar pengairan,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Hadi Santoso mengungkapkan penambahan titik lokasi banjir ini menjadi PR yang harus diselesaikan di tahun 2021. Menurutnya, beberapa lokasi banjir terjadi bukan hanya karena adanya sumbatan pada drainse melainkan curah hujan yang tinggi juga mempengaruhi luapan air.

“Seperti banjir parah di Sawojajar dan sekitarnya itu bukan hanya karena drainase tersumbat. Tapi juga curah hujan yang sangat tinggi, dan ini diperkirakan BMKG masih terus terjadi. Feburari baru bisa normal. Tapi tetap kita evaluasi dan akan ada penindakan lebih di kawasan-kawasan itu,” ungkap dia.

BACA JUGA: Hujan Deras Disertai Angin, Kota Malang Banjir

Pria yang akrab disapa Soni ini menambahkan, khusus di Sawojajar, akan dilakukan penanganan melalui pintu air, tepatnya berada di kawasan belakang perkantoran Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.

“Pintu air ini akan diatur sedemikian rupa agar sistem buka tutupnya bisa disesuaikan,” kata dia.

Sebab, lanjut Soni, jika tidak ditutup saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi kawasan itu, banjir tidak bisa dihindari.

“Itu tinggal pengaturan pintu air disana. Kalau ditutup separuh saja airnya nggak semuanya masuk ke Jalan Danau Sentani,” pungkas dia.(nda/lna)