Pemkot Mojokerto Gelontor Ratusan Juta untuk Bantuan Pendidikan

  • Whatsapp
pendidikan mojokerto
Walikota dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto menyerahkan BOP kepada lembaga sekolah non-formal yaitu PAUD dan Madrasah Diniyah untuk tahap II.(din/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Pemkot Mojokerto anggarkan dana khusus dari APBD sebesar Rp 260.520.000 juta Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) DAK non fisik PAUD tahap II dan bantuan operasional pendidikan Madrasah Diniyah (MD) tahap II tahun 2020.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan kini tidak lagi menjadi alternatif. Pemerintah Kota Mojokerto telah diberikan amanat untuk menjadikannya sebagai pendidikan dasar wajib.

Baca Juga

“Selain PAUD, bantuan ini juga diberikan untuk Madrasah Diniyah. Dan tahun 2020 ini, pencairannya dibagi jadi dua tahap,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid, kemarin, Kamis, 10 Desember 2020.

BACA JUGA: Ning Ita Tinjau Uji Coba Sekolah Tatap Muka Hari Pertama

Hal tersebut didasarkan pada Permendikbud per 1 januari 2019 bahwa PAUD sudah termasuk dalam layanan wajib pendidikan dasar. Jadi bukan lagi dari SD maupun SMP, kini PAUD juga sudah termasuk pelayanan wajib dasar. Pun juga, selain PAUD, sekolah non-formal seperti Madrasah Diniyah juga berpengaruh terhadap pendidikan anak.

“Jadi selain mengenyam pendidikan formal, pendidikan non-formal juga memiliki peranan penting salah satunya untuk pemngembangan karakter anak karena mereka merupakan penerus bangsa,” terang Amin.

Dana BOP berasal dari APBD Kota Mojokerto. Dari dana tersebut, tak hanya sekolah, masing-masing anak juga akan mendapat bantuan Rp 600 ribu.

Pemanfaatan dana tersebut digunakan untuk kelengkapan saran prasarana kegiatan pembelajaran dan juga difungsikan sebagai gaji bagi para tenaga pendidik.

Sebab, program kerja mereka terdiri dari 1 bulan maka diadakan pencairan dana menjadi dua tahap.

“Biar mereka ndak kesulitan lagi cari bantuan untuk anggaran pembelajaran,” ungkapnya.

BACA JUGA: Tahun 2021 Modin Sampai Pemandi Jenazah Dicover JKK-JKM oleh Pemerintah Kota Mojokerto

Sementara, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari, menyebutkan bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Mojokerto. Terlebih adanya peraturan baru yang mana menyebutkan bahwa pendidikan dasar tak lagi dari SD, namun dari PAUD.

Sehingga ia berharap para tenaga pendidik bisa membantu pemerintah untuk menciptakan generasi unggul sebagai penerus bangsa.

“Tak hanya PAUD, Madrasah Diniyah (Madin) juga memiliki peran besar karena membentuk karakter anak. Meski mereka merupakan lembaga non-formal, tapi mereka juga ikut andil dalam penentu dari kualitas sumber daya manusia ke depan,” pungkas Ning Ita. (din/lna)