Pasar Tanpa Uang, Bakti Sosial ala Muda-mudi di Probolinggo

  • Whatsapp
muda mudi pasar
Pasar Tanpa Uang, masyarakat di Kota Probolinggo bisa mengambil barang yang dibutuhkan di tengah pandemi COVID-19. (istimewa)
banner 468x60

PROBOLINGGO – Apa yang dilakukan muda-mudi di Kota Probolinggo ini patut dijadikan contoh. Betapa tidak, libur panjang mereka gunakan untuk menggelar aksi sosial dengan membuka pasar tanpa uang alias pasar gratis untuk berbagi barang di tengah pandemi COVID-19 .

Pasar Tanpa Uang ini mereka gelar pada Jumat, 30 Oktober 2020 sebagai wujud perhatian atas dampak pandemi COVID-19. Barang-barang gratis itu mereka jajakan layaknya berjualan, hanya saja bisa diambil secara gratis.

Baca Juga

BACA JUGA: Libur Panjang, Masyarakat Kota Probolinggo Tetap Diminta Waspada Terhadap COVID-19

Barang-barang itu diantaranya pakaian bekas layak pakai, masker, hand sanitizer, jilbab atau kerudung tas hingga seragam sekolah.

Sontak, aksi yang mereka lakukan menyita perhatian masyarakat yang melintas di Jalan Suroyo. Pengendara sampai berhenti untuk mengambil barang yang dijajakan para muda-mudi ini.

pasar muda mudi
Warga tampak antusias, mereka memilih barang yang diberikan secara gratis.

“Penasaran sih Mas, kok ada pasar tanpa uang. Setelah saya datangi, ternyata barang-barang yang diberikan cuma-cuma dan kebetulan saya butuh hand sanitizer,” jelas Endarwaji warga Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo ini.

Hal senada disampaikan Rika, Salah satu warga Kota Probolinggo yang juga ikut mengambil. Ia merasa hal sepeti itu perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Bagus sih, salah satu bentuk aksi sosial. Apalagi saat ini masih ada virus corona yang masih mengancam, baguslah patut diapresiasi,” katanya.

Sementara itu, menurut perwakilan muda-mudi yang menggelar pasar tanpa uang Aril Galuh mengatakan, aksinya merupakan bentuk solidaritas di tengah pandemi COVID-19. Sejumlah barang ia dapatkan dari hasil donasi.

“Gerakan pasar tanpa uang ini, awalnya dari beberapa kota. Kemudian setelah berkoordinasi kami tergerak untuk mendirikan di Kota Probolinggo,” ucap Aril pada NusaDaily.com.

Bahkan, beberapa pakaian bekas merupakan hasil donasi dari orang tua mereka. Sedangkan seperti masker dan hand sanitizer berasal dari orang lain.

“Kegiatan ini kami rencanakan tidak saat ini saja. Rencananya akan kami laksanakan secara berkelanjutan, apalagi beberapa banyak yang siap memberi donasi barang-barang,” tandasnya. (ras/lna)