Nekat Mudik ke Banyuwangi, Siap-Siap Putar Balik

  • Whatsapp
mudik banyuwangi
Ilustrasi - Pengetatan penjagaan di pintu masuk Banyuwangi. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Jelang pemberlakukan larangan mudik lebaran 2021, pintu masuk ke Kabupaten Banyuwangi terus diperketat. Bagi masyarakat yang nekat mudik ke Kabupaten ujung timur pulau Jawa ini, maka siap-siap untuk putar balik.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, ada 4 titik check point yang disiagakan untuk melakukan penyekatan selama masa larangan mudik lebaran yang mulai diberlakukan pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

Baca Juga

BACA JUGA: Nekat Mudik ke Magetan, Siap-siap Diminta Balik Kanan

Diantaranya Pelabuhan ASDP Ketapang (Pintu masuk dari Pulau Bali), Kecamatan Wongsorejo (perbatasan Banyuwangi – Situbondo), Kecamatan Kalibaru (perbatasan Banyuwangi – Jember) dan dan Kecamatan Licin (perbatasan Banyuwangi – Bondowoso).

“Kita meminta warga agar tidak mudik Lebaran. Pada 6 – 17 Mei 2020, akan memberlakukan aturan putar balik bagi masyarakat yang masih nekat melakukan mudik. Kita berharap warga mengerti soal regulasi larangan mudik,” kata Kapolresta, Senin 3 April 2021.

Menurut Arman, pihaknya saat ini tengah melakukan sosialisasi terkait larangan mudik tersebut. Bagi masyarakat yang masuk ke Banyuwangi akan diperiksa dan dicek surat keterangan bebas Covid-19.

“Untuk saat ini masih tahap sosialisasi. Nanti pada tanggal 6 sampai 17 langsung kita minta putar balik, bagi yang masih nekat melakukan mudik,” tegas Arman.

Arman menyebut ada beberapa kendaraan yang masih diperbolehkan masuk ke Banyuwangi saat periode larangan mudik lebaran.

“Untuk kendaraan logistik, ambulan, kita perbolehkan dengan tetap menunjukkan surat negatif Covid-19 melalui swab PCR, rapid antigen maupun GeNose. Untuk mobil penumpang kita larang,” tegasnya.

BACA JUGA: Sikapi Larangan Mudik, Pemkot Bogor Lakukan Tiga Hal

Kendati demikian, pihaknya tetap mewaspadai terhadap modus-modus yang memungkinkan dilakukan warga untuk mengelabuhi petugas agar bisa lolos dari check point.

“Bisa jadi. Makanya akan kita lakukan pemeriksaan secara ketat, sehingga kebijakan ini benar-benar dipatuhi oleh masyarakat,” kata Arman.(ozi/lna)