Menelisik Musabab Aksi Perusakan Pos Penyekatan Suramadu yang Viral

  • Whatsapp
Perusakan Pos
Kursi dan meja rusak karena warga Madura menerobos penyekatan di Suramadu (Foto: Istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Ratusan warga Madura menerobos pos penyekatan di Jembatan Suramadu, VIDEONYA viral di aplikasi percakapan WhatsApp.

BACA JUGA : Usai Amuk Warga di Penyekatan Suramadu, Polda Jatim Kirim Personel Tambahan – Nusadaily.com

Baca Juga

Tak hanya menerobos, mereka juga merangsek masuk dan merusak pos penyekatan.

Informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari. Warga dalam video viral ini menerobos dan merusak pos penyekatan karena enggan melakukan swab antigen.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah kursi-kursi hingga meja yang rusak dan berserakan. Bahkan kertas-kertas data warga yang sudah diswab juga berserakan.Dua video viral yang menyebar.

Video pertama berdurasi 51 detik memperlihatkan aksi warga yang memaksa masuk ke pos penyekatan Suramadu hingga petugas gabungan kewalahan. Terlihat, para warga ini merangsek masuk untuk mengambil KTP mereka.

BACA JUGA : RSLI Surabaya Tangani Pasien Covid-19 Hasil Penyekatan Suramadu – Noktahmerah.com

“KTP… KTP…. kita lolos,” kata suara dalam video tersebut.

Lalu, video kedua berdurasi 43 detik menunjukkan sejumlah kursi hingga meja di pos penyekatan Suramadu rusak. Ada pula sejumlah tenaga kesehatan yang menggunakan APD tampak mengamankan alat-alat untuk swab antigen.

Dalam video tersebut, para petugas mencoba menghalau massa. Namun, massa yang terlalu banyak membuat sejumlah petugas perempuan menepi.

Warga Madura Terobos dan Rusak Pos Penyekatan Suramadu/ Foto: Istimewa

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, penyekatan di Suramadu mulanya berjalan seperti biasa. Namun pada pukul 02.00 WIB, volume kendaraan khususnya roda dua mulai bertambah banyak, tak seperti biasanya.

BACA JUGA : Sejumlah Ormas Dukung Penyekatan di Jembatan Suramadu – Beritaloka.com

“Kemudian pukul 03.00 WIB lebih banyak lagi volumenya. Sementara pelaksanaan kegiatan pos penyekatan ini tentunya untuk masyarakat biar sehat, kita sudah melaksanakan sesuai SOP yang ada. Kita laksanakan 1×24 jam untuk mereka yang belum swab atau memiliki surat rapid test antigen,” kata Ganis kepada wartawan kepada wartawan di penyekatan Suramadu, Jumat (18/6/2021).

Puluhan Pengendara Merangsek Masuk ke Pos Penyekatan

Ganis menjelaskan, alasan puluhan pengendara yang merangsek masuk ke pos penyekatan ini karena ingin cepat dilayani. Namun, aksi mereka membuat sejumlah kursi dan meja menjadi rusak dan berserakan.

“Tidak sabar, buru-buru. Sehingga terjadi salah paham. Namun kami aparat yang ada di sini segera mengurai kepadatan tersebut. Kepada pihak yang tadi kita beri pelayanan, saat ini sedang kita tindak lanjuti,” jelasnya.

“Alasannya cepat-cepat, buru-buru untuk bekerja. Semua ingin cepat ingin dilayani karena mengejar bekerja. Kita sampaikan, jika mengetahui rapid antigen berlaku 2×24 jam. Kemudian mereka kembali mengetahui surat rapid mau habis sementara pos penyekatan 24 jam. Silahkan minta dilayani supaya besok tidak terjadi penumpukan,” jelas Ganis.

Tak hanya itu, Ganis mengatakan Polres Pelabuhan Tanjung Perak pun menindaklanjuti aksi perusakan berujung kericuhan itu.

“Sedang kita tindaklanjuti. Kepada pihak yang tadi kita beri pelayanan dan saat ini sedang kita tindaklanjuti,” kata Ganis.

Namun Ganis tidak menyebutkan berapa orang yang sudah dimintai keterangan. Tetapi pihaknya sedang menindaklanjuti aksi perusakan tersebut.

“Bukan diamankan. Kami masih mintai keterangan dulu. Masih kita tindaklanjuti sambil menunggu perintah pimpinan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, sesuai perintah, penyekatan Suramadu berlangsung 24 jam. Baik yang menuju Bangkalan, Madura, maupun menuju Surabaya.

“Semua dalam rangka mobilitas cukup tinggi, angka penyebaran (COVID-19) tambah belum ada penurunan. Antisipasi kita lakukan. Anggota bertugas 24 jam. Tadi pagi volume kendaraan yang mungkin di luar prediksi kita,” katanya.

Dampak dari kejadian ini, tidak ada kerugian materi ataupun korban jiwa di lokasi penyekatan Suramadu.

“Dampak tidak ada kerugian material maupun kerugian jiwa. Tapi mungkin ada beberapa masyarakat tidak sempat dilakukan swab, sehingga kita tidak menjamin dia sehat atau tidak,” ujarnya.

“Kita berharap semua masyarakat harus waspada. Apa lagi dengan kasus positif yang semakin bertambah, varian baru ada, kami berharap masyarakat kooperatif mengikuti prosedur yang ada di pos penyekatan dan tetap bersabar,” pungkasnya.

Warga Madura Terobos dan Rusak Pos Penyekatan Suramadu/ Foto: Istimewa

Sementara Wakapolda Jatim Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo mengaku akan menambah personel yang berjaga. Namun dia tidak menyebutkan berapa personel yang disiagakan. Sebab, masih menunggu hasil evaluasi.

“Tentunya evaluasi kita. Penambahan-penambahan personel, kemudian rekan-rekan nakes tentunya adalah evaluasi kita untuk perbaikan ke depan,” kata Slamet kepada wartawan di penyekatan Suramadu, Jumat (18/6/2021).

Slamet menjelaskan, petugas gabungan dari Pemkot, TNI-Polri ini melakukan penyekatan hingga swab antigent untuk melindungi masyarakat. Untuk itu, Slamet meminta kerja sama dari masyarakat saling menahan diri.

“Apa yang dilakukan rekan-rekan TNI, Polri dan Dinkes ini semata-mata keterpanggilan jiwa kita untuk menyelamatkan warga masyarakat khususnya Jatim,” ujarnya.

“Sehingga kita tidak ingin kalaupun ada yang keburu berangkat kerja dan sebagainya, kita harus menahan diri, tunggu giliran, sehingga tak ada lagi yang rebut-rebutan kembali. Sekali lagi saya mengimbau seluruh masyarakat adanya penyekatan ini dalam rangka melaksanakan antigen ini untuk melindungi warga kita. Tidak ada kepentingan lain,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi agar hal ini tidak terulang, para petugas baik TNI/Polri melakukan pengamanan. Kemudian dari Dinkes untuk menyiapkan swab antigen dan terpenting kembali lagi kepada masyarakat untuk antre.

“Kalau kesiapan kita sudah seattle. Cuma masyarakat harus tertib dan antre menahan diri kalaupun ada kegiatan yang memang buru-buru, sampaikan petugas sehingga tidak ada lagi nanti masyarakat yang berebut dan membuat riuh masyarakat lainnya,” pungkasnya.

Tokoh Agama Bangkalan KH Fathur Rozi Zubair menyayangkan aksi perusakan tersebut. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan itu mengajak warga untuk mematuhi prosedur yang ada di penyekatan. Sekaligus mencegah kemudaratan atau sesuatu yang tidak menguntungkan.

“Saya sangat menyayangkan terjadinya insiden perusakan pos penyekatan Suramadu tadi pagi. Seharusnya kejadian itu tidak perlu terjadi, jika semua masyarakat sadar akan pentingnya menjaga diri kita dari COVID-19,” kata Fathur(ima/han)