Mencari Rumput, Lansia Pacitan Tewas Terperosok Jurang Sedalam 30 Meter

  • Whatsapp
korban rumput
Proses evakuasi lansia warga Pacitan yang ditemukan tewas di dasar jurang sedalam 30 meter. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PACITAN – Seorang lansia bernama Jumingan Mulyono (64) warga desa Sedeng Kecamatan Kabupaten Pacitan ditemukan tewas saat mencari rumput, Kamis (06/05/2021). Petugas Kepolisian dibantu BPBD setempat sempat kesulitan menaikkan jasad korban yang berada pada jurang sedalam 30 meter.

Dugaan sementara penyebab korban tewas akibat kurang hati-hati sehingga terpeleset dan terjatuh. Tubuh korban terbentur batu yang berada di dasar jurang.

Dikatakan Kapolsek Pacitan AKP. S Rosita, sebelumnya istri korban bernama Juminem melaporkan kehilangan suaminya saat mecari rumput sejak Rabu pagi hingga sore.

BACA JUGA: Seorang Petani di Desa Sumberejo Tewas Tersengat Listrik

“Kemudian keluarga bersama perangkat desa dan warga, ternyata korban berada di dasar jurang sedalam 30 meter dalam kondisi meninggal dunia pada pagi hari tadi, ” kata Kapolsek kepada nusadaily.com, Kamis (06/05/2021).

Selanjutnya perangkat desa melaporkan temuan dan kejadian tersebut ke Polsek Pacitan untuk dilakukan evakuasi.

“Dengan dibantu pihak BPBD kita berhasil mengevakuasi korban dari dasar jurang dengan tali. Proses evakuasi sempat berjalan lambat karena korban berada di dasar jurang sangat dalam,” ungkapnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, jasad korban lansia dilakukan pemeriksaan luar oleh INAFIS dari Polres Pacitan dan dibantu tim kesehatan puskesmas Pacitan.

BACA JUGA: Blarrr.. Ledakan Petasan Tewaskan Dua Perakit

“Dari pemeriksaan awal didapati sejumlah luka pada tubuh dan kepala akibat benturan, dugaan korban meninggal dunia akibat terbentur pada bagian kepala, selain itu korban juga memiliki penyakit bawaan yaitu epilepsi,” jelasnya.

Selain kurang hati-hati, Polisi menduga penyakit epilepsi korban kambuh saat mencari rumput. Kemudian terpeleset dan terjatuh kedalam jurang.

“Namun penyebab pastinya masih akan kita dalami, apakah kecelakaan murni atau ada unsur lainya,” pungkas AKP S Rosita. (nto/lna)