Loyalis Plt Bupati Jember Datangi Pejabat yang Ditengara Intervensi

  • Whatsapp
Plt Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief mendengarkan uneg-uneg dari perwakilan massa pendukungnya. (foto: nusadaily.com/sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Kantor Pemerintah Kabupaten Jember mendadak diramaikan oleh puluhan massa yang mengaku sebagai pendukung setia Plt Bupati KH Abdul Muqit Arief, Rabu 30 September 2020.

Baca Juga

Mereka bergerak lantaran menerima kabar bahwa Kepala Bappeda Achmad Imam Fauzi hendak menghambat agenda pemulihan birokrasi oleh Muqit maupun upaya menjaga netralitas ASN dalam Pilkada.

“Kami mendapat kabar ini dari orang-orang yang terpercaya. Tidak hanya satu sumber saja, tetapi beberapa sehingga lebih meyakinkan,” ujar Dwi Agus Budiyanto, perwakilan massa.

Massa menyakini Fauzi memiliki hubungan dekat secara politik dengan Bupati non aktif, Faida yang sedang menjadi calon di Pilkada. Sehingga, kabar pencopotan gambar Faida di fasilitas negara hendak digagalkan.

“Pejabat itu mengancam Plt Bupati bahwa posisi Plt itu mandat dari bupati. Sauatu saat bisa dicabut. Menurut kami sudah pembodohan. Plt Bupati adalah pejabat negara, kiai dan tokoh masyarakat yang kami hormati,” tegas Dwi Agus.

Fauzi di ruang kerjanya menemui kedatangan perwakilan para loyalis Muqit. Kepada mereka, ia mengelak tentang informasi yang menyebut dirinya mengintervensi Muqit.

Hal yang pernah dilakukan, menurut Fauzi sebatas memberikan saran kepada atasan. Kendati dalam pengakuannya itu, ia tidak menyebut pasti wujud saran yang dimaksud.

“Adu domba itu, fitnah, hoaks. Ya, (saran) saya seperti santri. Ketika masih direncanakan, saya memberikan masukan. Tetapi, ketika sudah diputuskan, saya akan jalankan,” sergah Fauzi.

Kemudian, perwakilan massa pendukung Muqit menyampaikan pesan yang mengisyaratkan semacam peringatan kepada Fauzi.

Jangan Hambat Perbaikan Birokrasi

“Kami mengingatkan, jangan hambat perbaikan birokrasi. Kalau sampai ada selentingan seperti itu lagi, kami akan langsung labrak tanpa harus izin kepada Kiai Muqit,” ucap Jumadi Made, salah seorang dari mereka berkata ke Fauzi.

Muqit sendiri juga sempat menemui dan lebih banyak mendengar uneg-uneg dari mereka. Setelah para perwakilan mengutarakan perasaannya, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Silo itu mulai menanggapi.

“Memang banyak orang-orang menanyakan hal itu juga. Saya ucapkan terima kasih atas dukungannya dan mohon teman-teman tetap bersabar,” ujar Muqit berbicara tenang dan ramah.

Menurut dia, sejak resmi menjabat Plt Bupati terus berusaha merampungkan sejumlah permasalahan. Diantaranya menindaklanjuti rekomendasi Mendagri untuk pemulihan birokrasi serta pembahasan APBD 2020 yang masih mandeg.

Langkah yang ditempuh Muqit termasuk memperbaiki hubungan dengan DPRD. Bahkan, sampai membuat kesepakatan tertulis dengan Pimpinan Dewan untuk melanjutkan pembahasan APBD 2020 maupun rancangan APBD 2021.

Mengenai kabar ancaman dari pejabat, Muqit membantahnya. Selain itu, dia menjamin berlaku tegas mengenai netralitas ASN agar tidak masuk politik praktis.

“Kalau ada masalah bisa saya selesaikan sendiri, akan saya atasi sendiri. Tetapi kalau dibutuhkan bantuan, saya akan komunikasi dengan teman-teman. Saya jamin saya akan netral, karena tidak ada kepentingan apapun. Dengan semua calon, saya punya hubungan baik,” tutur Muqit.

Perihal klarifikasi Muqit bahwa tiada ancaman maupun intervensi oknum pejabat, diantara perwakilan massa masih tidak serta merta percaya begitu saja.

“Kami sudah menyangka jawaban Kiai akan seperti itu, karena beliau bijaksana dan ingin mendinginkan suasana. Tetapi kami tetap yakin, kabar tersebut benar,” gerutu Dwi Agus. (sut/aka)