Kuota Pupuk Bersubsidi di Jember Merosot Jauh Akibat Salah Pemkab

  • Whatsapp
kuota pupuk bersubsidi jember merosot
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JEMBER- Kuota pupuk bersubsidi di Jember merosot jauh. Ini akibat keterlambatan input data rencana detail kebutuhan kelompok secara elektronik (e-RDKK). Sehingga menjadi biang masalah kekurangan pupuk saat ini.

BACA JUGA: Petani Tuntut Polisi Tangkapi Jejaring Bandit Penyelundup Pupuk Subsidi

"
"

Baca Juga

"
"

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Jember Sucipto usai rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Jember, Senin 10 Agustus 2020.

“Kesalahan mulai awal, input e-RDKK 2019 sampai Desember masih 49 persen, tidak sesuai target. Kalau bisa 90 persen Jember tidak akan seperti ini,” katanya.

Keterlambatan tersebut disebutnya sebagai imbas dari tiadanya SK dari Dinas Tanaman Pangan kepada penyuluh pertanian yang bertugas menginput kebutuhan pupuk untuk petani.

“Waktu itu Kepala Dinas masih Plt (Pelaksana Tugas) Pak Fauzi (Achmad Imam Fauzi), kerjanya dia tidak bisa maksimal. Akhirnya kejadiannya kayak gini,” tudingnya.

Fauzi adalah Kepala Bappeda Jember yang ditunjuk Bupati Jember Faida untuk merangkap jabatan Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan sepanjang tahun 2019. Setahun berselang, pada Januari 2020 baru diangkat Mad Satuki sebagai pejabat definitif di posisi tersebut.

Ketua HKTI Jember Jumantoro juga berpendapat serupa, Pemkab Jember terlambat menyusun e-RDKK. Sehingga menyebabkan kuota pupuk bersubsidi di Jember merosot.

“Akhirnya kita ngemis-ngemis ke kabupaten lain yang tidak terserap. Kasihan kawan-kawan Kecamatan yang e-RDKK yang sudah selesai. Jember ini barometer pangan, tapi kenyataan alokasi pupuk tinggal 50 persen,” kritiknya dikutip induk imperiumdaily.com ini.

Masalah yang dibahas dalam hearing terutama menyangkut keputusan Dinas Tanaman Pangan yang merealokasi pupuk antar kecamatan ditengah petani sama-sama membutuhkan.

Pupuk Merosot, DPRD Emosional

Wakil Komisi B, Budi Wicaksono tampak emosional dengan berpindahnya 280 ton pupuk dari Kecamatan Panti ke Kecamatan Ledokombo.

“Petani di Panti juga sama-sama punya hak. Bagaimana caranya kita hadapi petani yang teriak-teriak menagih pupuk, tapi pupuknya tidak ada,” ucapnya dengan nada tinggi.

Pejabat eksekutif yang hadir dalam rapat justru, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan Lulus Dewi. Ia terlihat grogi memberikan jawaban.

“Kita carikan solusinya yang terbaik. Setiap masalah ada solusinya, entah nanti bagaimana agar petani mendapatkan pupuk,” ucapnya terbata-bata.

Pandika Hardono Perwakilan PT Petro Kimia di Jember, berdalih pihak produsen tugasnya menjalankan keputusan pemerintah setempat.

“Kalau realokasi keluar per kecamatan adanya segitu, ya kami menyalurkan segitu,” ujarnya.

Nur Salim utusan PT Pupuk Kalimantan Timur untuk wilayah Jember berkata, yang bisa dilakukan adalah mengoptimalkan sisa pupuk subsidi yang tersedia.

Alokasi pupuk subsidi jenis Urea pada tahun 2020 hanya 47.018 ton. Stok itu jauh dibawah tahun 2019 lalu yang mencapai 90.975 ton Urea.

“Penyaluran urea 42.670 ton, jadi sisa 4.348 ton. Kita berharap ada tambahan subsidi. Namun kalau tidak ada, Pupuk Kaltim akan menyediakan pupuk nonsubsidi Urea Daun Buah dan NPK Pelangi,” terangnya.(sut/cak)

Post Terkait

banner 468x60