Kemendikbud Tetapkan Dua Kesenian Tradisional Kota Batu sebagai WBTB

  • Whatsapp
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sertifikat WBTB kepada Kepala Disparta Kota Batu Arief As Siddiq.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Dua Kesenian Tradisional Kota Batu meraih sertifikat warisan budaya tak benda (WBTB) dari Kemendikbud untuk kesenian Jaran Kepang dan Bantengan.

Penghargaan Dua Kesenian Tradisional Kota Batu itu diterima secara simbolis oleh Kepala Disparta Kota Batu Arief As Siddiq.

Baca Juga

Penghargaan diberikan melalui Guberbur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat Aktivasi Seni Budaya Daerah 2020 di Pantai Villaa Solong, Kabupaten Banyuwangi Sabtu lalu (14/11).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sinarto menuturkan pemerintah menerbitikan sertifikat WBTB kepada 20 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Sertifikat merupakan sebuah pengakuan pemerintah terhadap produk budaya tradisi yang ada di daerah.

Ia mengatakan, budaya tradisi perlu dilestarikan karena syarat dengan nilai-nilai luhur yang mengandung makna filosofis dan digali dari historis dan sosio kultural masyarakat setempat.

Dengan begitu akan mempermudah langkah untuk memajukan kebudayaan di tiap daerah.

“Warisan budaya itu masih tetap eksis dan diaktualisasikan oleh masyarakat secara terus menerus. Tentu tak lepas dari dukungan pemerintah daerah. Hal tersebut jadi salah satu alasan pemerintah pusat mengakui sebagai WBTB,” ujar Sinarto.

Kesenian Jaran Kepang dan Bantengan merupan identitas yang tumbuh dan berkembang di Kota Batu sejak pra kemerdekaan.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq menuturkan kesenian tersebut tetap lestari hingga kini dan berkembang pesat di Kota Batu.

Hal itu terlihat dari banyaknya kelompok-kelompok kesenian tradisi yang memiliki hingga ribuan anggota.

Setiap Tahun Pemkot Batu Dukung Penyediaan Ruang Kesenian

“Setiap tahunnya Pemkot Batu memberikan dukungan menyediakan ruang bagi mereka dalam agenda kesenian tahunan agar mampu menarik wisatawan, baik domestik dan mancanegara,” timpal Arief.

Kesenian Jaran Kepang juga masih tetap eksis hingga saat ini. Hampir tiap desa/keluruhan memiliki sanggar sebagai tempat menempa kreativitas mereka.

Bahkan kesenian tersebut menjadi pembuka setiap kegiatan di desa seperti bersih desa hingga hajatan.

Dengan dua WBTB yang diraih, pihaknya berharap masyarakat bisa terus mempertahankan kesenian yang ada di tiap desa/kelurahan.

Misalnya kesenian yang telah ada dan eksis sampai saat ini di Kota Batu seperti Glendo Barong dan Sanduk.

“Kami harap kedepan lebih banyak tradisi yang ditetapkan. Apresiasi ini harus menjadi semangat bagi pemda untuk memfasilitasi dan masyarakat untuk terus lebih giat menjaga dan melestarikan tradisi leluhur,” seru dia.(wok/adv/aka)

Post Terkait

banner 468x60