Kasus Ultah Viral Tulungagung, Polisi Gandeng Satgas dan Akademisi

  • Whatsapp
Kanit Pidsus, Didik Rianto saat memberikan keterangan.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Unit Pidsus Satreskrim Polres Tulungagung telah menyelesaikan pengambilan swab peserta pesta ulang tahun (Ultah) di Singapore Waterpark yang viral.

Kanit Pidsus Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Didik Rianto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil uji spesimen swab yang dilakukan di Tulungagung dan Blitar.

“Sebagian besar memang pemeriksaan spesimen swabnya di Tulunggaung, sebagian ada lagi yang di Blitar karena memang warga sana,” jelasnya, Senin (18/01) tadi.

Didik menjelaskan, status perkara dugaan pelanggaran Karantina Kesehatan yang terjadi di lokasi wisata tersebut sudah masuk dalam tahap penyelidikan. Artinya pihak kepolisian telah menemukan unsur kuat dugaan tindak pidana dalam perayaan pesta ulang tahun yang digelar di masa pandemi tersebut.

Namun belum ada satupun tersangka yang ditetapkan, sebab menurut Didik untuk menentukan tersangka diperlukan gelar perkara dan bukti yang kuat.

“Untuk tersangka belum ada, kita tunggu pengumpulan bukti kuat dilanjutkan dengan gelar perkara kemudian baru bisa ditetapkan nama tersangkanya,” jelas Didik.

Kini pihaknya sedang menjalin komunikasi dengan Satgas Covid-19, Dinas Kesehatan Tulungagung untuk mendalami perkara tersebut, selain itu pihaknya juga menggandeng akademisi dari Kota Malang sebagai saksi ahli dalam kasus ini.

“Satgas dan Dinas Kesehatan kita kirimi surat untuk berkoordinasi, sedangkan saksi ahlinya akademisi dari Universitas terkemuka di Kota Malang,” terangnya.

Disinggung mengenai jumlah saksi yang telah dipanggil untuk dimintai keteragan, Didik mengaku telah memanggil 16 orang saksi yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Mulai dari pemilik lokasi digelarnya pesta ulang tahun, penyelenggara pesta, tamu undangan, Pembawa acara hingga pihak pihak lain yang diduga memiliki keterlibatan dalam kegiatan yang diduga melanggar karantina kesehatan karena mengumpulkan masyarakat dalam jumlah banyak tersebut.

“Saksi yang kita panggil sampai sekarang sudah ada 16 saksi, merek kita mintai keterangan seputar kegiatan tersebut,” pungkasnya. (fim/kal)