Kabupaten Magetan Kembali Raih WTP, Sisakan Sejumlah Catatan

  • Whatsapp
wtp kabupaten magetan
Penyerahan WTP kepada 4 Bupati Magetan, Mojokerto, Madiun dan Probolinggo oleh perwakilan BPK RI Perwakilan Jawa Timur. Foto: Humas Pemkab Magetan for nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MAGETAN- Kinerja Pemerintah Kabupaten Magetan dalam hal pengelolaan dan tanggung jawab terhadap keuangan negara kembali mendapat apresiasi dari BPK RI Perwakilan Jawa Timur, Selasa 30 Juni 2020. BPK memberikan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

WTP yang dianugerahkan tahun ini merupakan kali ke – 6 secara berturut turut, dari tahun anggaran 2014 hingga tahun 2019. (Selasa 30 Juni 2020). WTP diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Jawa Timur Joko Agus Setyono, kepada Bupati Magetan Suprawoto di Kantor BPK Perwakilan Jawa Timur.

"
"

Baca Juga

"
"

Dalam penyerahan tersebut turut hadir, Ketua DPRD Magetan, Plt. Inspektur Inspektorat, Kepala BPPKAD Magetan serta Kabag Humas dan Protokol.

Ketua DPRD Sujatno, mengapresiasi capaian yang raih oleh pemerintah magetan, Ia berharap agar prestasi ini dapat memacu kinerja pemerintah  Magetan yang selama ini dinilainya sudah sangat baik.

Sementara, Bupati Magetan Dr.Drs. Suprawoto, SH, M.Si. Turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak karena atas kerjasama yang baik sehingga opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP ) tahun ini dapat diraih kembali oleh Kabupaten Magetan. Bupati berharap Prestasi yang diraih ini dapat memacu kerja keras dalam memberikan pengabdian terbaik bagi Masyarakat Magetan.

Dikonfirmasi terpisah Rabu 1 Juli 2020, Plt. Inspektur Inspektorat Magetan, Imam Fauzi memberi penjelasan. Bahwa WTP ke enam kali yang berhasil dipertahankan ini berkat sinergi antar instansi. Inspektorat sebagai lembaga negara yang bertugas mendorong mereka untuk bekerja secara baik, ketelitian dan kehati hatian sebagai dasarnya.

“Dengan bekerja secara baik dan benar, Insya Allah WTP pasti didapat. Intinya WTP yang didapat ini adalah kerja baik dan benar seluruh instansi Pemerintah Kabupaten Magetan,” urainya kepada nusadaily.com.

Catatan WTP Kabupaten Magetan

Lebih lanjut Inspektur mengatakan bahwa WTP ini bukan tanpa catatan. Tetapi masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus diperbaiki, dari catatan BPK yang disampaikan kepada Bupati Suprawoto serta segenap yang hadir. Masih ada dua hal yang menjadi temuan BPK selama melakukan audit.

“Yaitu soal progress pekerjaan fisik pada dinas PUPR, ada angka sekitar Rp 300 jutaan lebih yang harus dikembalikan ke kas daerah. Namun ini rekor terendah bila dibandingkan dengan daerah lain yang mencapai Rp 1 milyar lebih dari audit BPK seluruh Jawa Timur,” terangnya kepada induk imperiumdaily.com ini.

Yang kedua soal infenterisasi aset, dan hal ini hampir dialami oleh daerah lain, ketika mau disertifikatkan ke BPN aset tersebut harus jelas asal usulnya.

“Seperti diketahui penelusuran aset ini butuh waktu lama. Aset-aset ini kan sejak jaman Belanda. Jadi penelusuran asal usul aset butuh perjuangan yang panjang,” ungkapnya.

Bagaiamana kiat untuk mempertahankan predikat WTP ini, Inspektur mengaku tidak muluk muluk. Dia mengajak kepada seluruh instansi untuk sama-sama bekerja sesuai dengan peran masing masing.(nto/cak)

Post Terkait

banner 468x60