Industri Karpet Terus Bergeliat di Tengah Pandemi COVID-19

  • Whatsapp
Direktur Marketing PT Classic Prima Carpet Industries, Choirul (dua kiri) berbincang dengan Direktur Utama CV Amore Timor Jaya Collections, Frans Thiodoris (dua kanan) (Indra)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Industri karpet di Surabaya, Jawa Timur, terus bergeliat di tengah pandemi COVID-19 menyusul masih tingginya permintaan dari pasar lokal maupun ekspor. 

Hal itu diungkapkan produsen karpet PT Classic Prima Carpet Industries yang mampu menembus pasar Inggris.

Baca Juga

BACA JUGA : Pandemi COVID-19 Jadi Titik Balik Digitalisasi Sektor Industri – Nusadaily.com

Pada awal pandemi COVID-19 Maret 2020 penjualan karpet menurun drastis dan sangat sulit mencapai target penjualan Rp25 miliar hingga 30 miliar per bulan. 

“Awal pandemi untuk mendapatkan Rp20 miliar per bulan saja sangat sulit. Namun seiring berjalannya waktu, sudah kembali ke awal yaitu Rp25 miliar sampai Rp30 miliar per bulan,” kata Direktur Marketing PT Classic Prima Carpet Industries, Choirul, di Surabaya, Kamis. 

Ia mengatakan karpet produk pabrik ini diekspor ke luar negeri hingga ke Inggris dan menguasai hingga 40 persen di negara tersebut.

BACA JUGA : Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Rumah Tangga Memerlukan Kebijakan Menyeluruh – Noktahmerah.com

Selain ke Inggris, juga ekspor ke semua negara di Asia Tenggara, sebagian besar negara di Asia dan Australia. 

“Namun pangsa pasar sangat tinggi di dalam negeri hingga 60 persen. Dulu, jauh sebelum pandemi kita kalah sama produk China dan Mesir. Tapi sekarang kita merajai, itu juga berkat Presiden Joko Widodo yang mengkampanyekan tidak suka produk asing dan memberikan banyak stimulus ekonomi perbankan,” ujarnya. 

Karpet diproduksi di dua tempat yaitu Surabaya dan Jombang dengan total tenaga kerja 900 orang. Choirul optimis target penjualan pada tahun ini mampu mencapai Rp350 miliar. 

BACA JUGA : Ketua RT/RW Berharap Eri-Armuji Bisa Kendalikan Pandemi COVID-19 di Surabaya – Beritaloka.com

Pandemi Membawa Berkah

Sedangkan untuk konsumen yang dibidik adalah rumah tangga sebanyak 30 persen, otomotif (mobil) 30 persen, dan hotel, restoran. Serta perkantoran sebanyak 40 persen. 

Menurutnya, pandemi COVID-19 justru membawa berkah karena permintaan karpet yang merek lokal secara daring juga meningkat. Salah satu merek lokal yang naik pangsa pasarnya adalah You and Me (YUME) berbendera CV Amore Timor Jaya Collections dan merek Adroos. 

Direktur Utama CV Amore Timor Jaya Collections, Frans Thiodoris, mengatakan, kualitas karpet yang disuguhkan YUME ini memiliki standar di atas rata-rata. Karpet ini lebih elegan karena warnanya yang lembut dan motifnya mengikuti tren terbaru yang berganti tiap dua bulan. 

“Kami jual karpet mulai ukuran 40 kali 60 sentimeter hingga 100 kali 150 sentimeter. Untuk harganya Rp29 ribu sampai Rp135 ribu per potong,” kata Frans.(lal)