Hotel Baru Bintang Tiga, Janji Serap 80 Persen Tenaga Lokal

  • Whatsapp
Caption : Gagah Eko Wibowo Owner ASTON Inn Mojokerto bersama Regional General Manager Central Region Yohanes Sulistyono Hadi saat diwawancarai awak media. Foto : (din)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Hotel berbintang tiga dengan konsep Modern Minimalist Business Conceptual akan hadir di wilayah Kabupaten Mojokerto dengan mempekerjakan hampir 80 persen warga lokal tahun 2022 nanti.

Regional General Manager Central Region Yohanes Sulistyono Hadi menyebut pihaknya tidak serta merta begitu saja melakukan pembangunan Hotel Aston Inn Mojokerto tanpa perhitungan yang terencana dan terukur di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Digital Ecommerce Strategy dan Planning untuk dua hotel sudah dipersiapkan sejak tiga bulan sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Yakni, The Alana Malang dan ASTON Inn Mojokerto, dimana keduanya akan dibuka tahun depan.

Selain itu, Archipelago International grup perhotelan swasta dan indepeden yang terbesar di Asia Tenggara terus berekspansi di Jawa Timur dan PT Jaya Kirana Samudra Wibowo bersama-sama membangun hotel-hotel yang berlokasi strategis.

“Saat ini Archipelago paling survive, dan memang tiga bulan sebelum pandemi kita juga sudah buat perencanaan. Persiapan itu kita kembangkan dalam jangka waktu tiga tahun, moga-moga tahun depan sudah recovery. Saat recovery inilah yang justru kita tunggu (tahun 2022) untuk ketepatan buka,” jelasnya, Jumat, 11 Juni 2021.

Selain Digital Ecommerce Strategy dan Planning yang matang, ia menyebut letak Kabupaten Mojokerto yang termasuk dalam kawasan segitiga emas menjadi daya tarik tersendiri.

Target Market Business Bisa Ditampung di Hotel ASTON

Sehingga potensial market placenya komplit dan lebih luas. Lanjut ia, belum lagi Kabupaten Mojokerto yang memiliki kawasan industri, dimana target market business bisa ditampung di Hotel ASTON Inn Mojokerto di Jalan Raya By Pass Nomor 10, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

“Kita tahu yang masuk kawasan segitiga emas Mojokerto, Pasuruan, dan Surabaya. Selain itu, Mojokerto kan jadi perlintasan wisata religi. Dari Jombang dekat, dengan Surabaya juga didukung Tol dan pastinya hotel berbintang tidak selalu ada di kota besar,” paparnya.

Sementara, Gagah Eko Wibowo Owner ASTON Inn Mojokerto sekaligus juga Owner PT Jaya Kirana Samudra Wibowo usai mengadakan acara “Top-off” menambahkan sebagai hotel dalam naungan jaringan ternama pertama di kota, ASTON Inn Mojokerto akan mempekerjakan sebanyak 80 persen warga lokal dalam berbagai posisi.

Sedangkan 20 persen diambilkan dari luar Mojokerto, khususnya untuk posisi managemen. Sebab bidang ini haruslah dipegang orang-orang yang telah berkompetensi dibidangnya. Namun, tak menutup kemungkinan warga lokal untuk terus berkarir bersama ASTON.

“Di kabupaten belum ada hotel brandid jadi kita bisa akomodir SDM yang ada, dan diberi pelatihan. Agar nantinya juga bisa ikut terus berkarir,” imbuh Gagah.

ASTON Inn Mojokerto yang telah dilakukan pembangunan awal tahun 2021 lalu, dan ditargetkan selesai siap beroperasi di tahun 2022 nanti memiliki delapan lantai dengan 136 kamar dan suite, ruang pertemuan, restoran, kolam renang, pusat kebugaran, spa, dan fasilitas parkir yang luas untuk para tamu, sehingga mereka dapat memiliki pilihan hotel yang familiar ketika berkunjung ke Mojokerto. (din/aka)