Hingga Akhir Juli, PAD Kota Batu Terhimpun 32,69 Persen

  • Whatsapp
PAD Batu
Kota Wisata Batu.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Hingga penghujung bulan Juli, pendapatan asli daerah (PAD) 2020 Kota Batu masih terealisasi 32,69 persen atau Rp. 67,6 miliar dari target Rp. 207 miliar.

Wakil Walikota Batu, Punjul mengatakan, akan menyesuaikan perubahan target dalam PAK. Persentase target PAD dipangkas 30-40 persen. Wacana itu masih dibahas bersama DPRD Kota Batu.

"
"

Baca Juga

"
"

“Kalau melihat kondisi saat ini. Secara realistis tak mungkin target tersebut bakal tercapai. Sehingga dalam PAK yang akan dibahas bisa saja berkurang,” ujar Punjul.

Angka itu berbeda dengan target realisasi di bulan Juli 2019 yang mencapai 52,73 persen. Dari target PAD 2019 Rp.153,3 miliar, terealisasi Rp. 80,8 miliar. Artinya PAD yang masuk, baik dari sektor pajak daerah dan retribusi selisih terpaut sekitar Rp 15 miliar.

Ia menilai capaian Juli 2020 sudah maksimal melihat situasi pandemi yang berdampak besar menggangu sisi fiskal daerah. Turbulensi ekonomi dirasakan semua daerah, tak hanya Kota Batu saja. Mengingat selama pertengah bulan Maret lalu semua roda perekonomian berhenti akibat pandemi Covid-19.

“Capaian PAD Rp 67,6 miliar itu sudah sangat bagus. Melihat pandemi Covid-19 sangat berdampak di segala sektor. Bahkan Pemkot juga memberikan beberapa kebijakan yang memang berdampak pada masuknya PAD,” ujar Punjul, Jumat (7/8).

Beberapa kebijakan yang berakibat menurunnya pajak daerah misalnya : pembebasan pajak hotel, tempat wisata, hiburan, dan pajak dibawah 100 persen. Kemudian pembebasan retribusi seperti air bersih dari Perumdam Among Tirto dan retribusi bagi pedagang pasar.

Sebelumnya, Jubir Covid-19 Kota Batu, M. Chori menerangkan dari akibat pandemi pihaknya memperkirakan akan berkurang hingga 40 persen atau Rp 80,8 miliar.

Program Promosi Wisata

Sementara itu, Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq menambahkan untuk kembali mengangkat PAD bakal menjalankan banyak program. Terutama promosi wisata di media massa dan media sosial.

“Kami akan gencarkan promosi wisata pada semester dua ini. Ini kami harap tidak hanya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Tapi juga kembali menggerakkan perekonomian masyarakat,” terangnya.

Meski begitu, dengan dibuka kembali tempat wisata dan segela sektor lainnya. Pemkot Batu terus menghimbau agar pelaku usaha tak terlena. Yakni harus pelaku usaha selalu disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

“Disparta juga akan intens melakukan monitoring eduksi dan pengawasan secara langsung dan berkala ke tempat-tempat usaha yang telah beroperasi. Kami harap tidak ada tempat wisata yang melanggar protokol kesehatan,” pungkasnya.(wok/lna)

Post Terkait

banner 468x60