Banjir Merendam 24 Rumah Warga Sumbermanjing Wetan

  • Whatsapp
Banjir
Banjir di Desa Sidoasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang merendam 24 rumah warga
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Derasnya hujan di Desa Sidoasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, mengakibatkan banjir, semalam. Kejadian ini mengakibatkan 24 rumah milik warga terendam setinggi satu meter karena meluapnya sungai. 

Sekertaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono mengatakan, banjir karena hujan lebat pada siang sampai malam mulai pukul 12.00 hingga 21.00 WIB. Debit air sungai mengalami kenaikan dan meluap menggenangi rumah warga. 

Baca Juga

“Air sungai naik sehingga meluap ke daratan. Banjir menggenangi rumah warga dengan ketinggian air antara 0.75 meter sampai 1 meter. Banjir tersebut mulai masuk ke rumah – rumah warga mulai pukul 18.00 WIB,” kata Bagyo ketika dikonfirmasi wartawan. 

Dampak dari banjir tersebut juga mengakibatkan jembatan penghubung RT 05 dan RT 04 serta tanggul penahan air pertanian di RT 33 mengalami kerusakan. 

“Jembatan dan penahan air pertanian mengalami kerusakan dikarenakan arus sungai yang cukup deras,” kata dia. 

Dari terjangan banjir tersebut, sejumlah warga terdampak, Bagyo menyebutkan bahwa ada lima RT yang terendam banjir. Diantaranya RT 18 RW 03 Dusun Tambaksari Wetan Desa Sidoasri ada 9 rumah terendam air. Selain itu, di RT 24 RW 03 Dusun Tambakasri Wetan Desa Sidoasri ada 5 rumah, RT 15 RW 02 Dusun Tambaksari Kulon Desa Sidoasri ada 6 rumah. Kemudian RT 19 RW 03 Dusun Tambaksari wetan Desa Sidoasri ada 3 rumah serta di RT 21 RW 03 Dusun Tambakasri Wetan Desa Sidosari 1 rumah ikut mengalami dampaknya.

“Saat ini intensitas hujan mulai rendah dan genangan air sudah surut. Semua material banjir sudah mulai dibersihkan dari tim BPBD dan masyarakat sekitar. Selain itu jalan desa yang biasa menjadi penyambung aktifitas warga juga sudah bisa dilalui,” ujarnya. 

Bagyo mengungkapkan, hujan deras yang mengguyur Desa Sidoasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan salah satu dari fenomena La Nina atau pancaroba perubahan iklim. Sehingga memiliki potensi bencana yang akan terjadi seperti bencana tanah longsor, banjir dan banjir bandang. Hal itu karena biasanya yang terjadi adalah hujan secara terus menerus dengan diikuti angin yang kencang.

“Ini memang perubahan iklim dan cuaca. Perubahan cuaca itu tidak mengenal batas wilayah. Ini seharusnya kalau dari jadwalnya kan masih musim panas, tapi terkadang turun hujan. Hujan terkadang ekstrim, itu harus ada kewaspadaan,” imbuh dia.

Untuk mengantisipasi hal tak terduga terkait kebencanaan, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan beberapa pihak lain. Seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lembaga stasiun cuaca dan lainnya.

Selain itu, BPBD juga selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir. Meskipun begitu, masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah dengan potensi bencana, juga telah paham dengan kemungkinan bencana yang akan terjadi. 

“Menanggapi perubahan iklim yang sering menimbulkan bencana, saat ini seluruh sarana dan prasarana untuk mitigasi dan penanganan bencana sudah disiapkan dan ready demi melindungi masyarakat,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Sumbermanjing Wetan merupakan salah satu kecamatan yang rawan bencana banjir dan longsor. Setiap tahun di Desa ini sering terjadi banjir ketika hujan lebat dengan intensitas yang lama. 

Sementara, bencana banjir yang terjadi di Desa Sidoasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang ini tidak menelan korban jiwa. Hanya saja terjadi kerusakan infrastruktur dan beberapa rumah-rumah mengalami kekotoran akibat air yang membawa lumpur. (aje/wan)