Bangun Rumah Sementara untuk Korban Gempa, Sanusi: 300 Rumah Katagori Berat Akan Rampung sebelum Lebaran

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Gerak cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam menangani musibah Gempa yang terjadi Sabtu lalu, (10/4/2021) patut diapresiasi, lantaran Bupati Malang Sanusi memastikan pembangunan rumah terdampak gempa terasebut akan selesai sebelum lebaran 2021 mendatang.

Baca Juga

“Saya bersama seluruh jajaran sudah rapat, dan sepakat untuk segera membangun 300 rumah terdampak gempa. Sebelum hari raya mereka sudah menempati rumah layak huni,” ucap Bupati Malang Sanusi, hari ini, Rabu (21/4/2021).

Menurut Sanusi, 300 rumah yang rusak dalam katagori berat akibat adanya gempa tersebut, tersebar di 378 desa di wilayah Kabupaten Malang.

“Pemkab Malang sadar, jika diperlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa untuk berpatisipasi dalam pembangunan desa di masa pandemi dan pemulihan desa pasca bencana,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Malang untuk ikut aktif dalam berprestasi dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak adanya pandemi Covid-19 dan gempa tersebut.

“Kami tahu jika ada kepedulian seluruh elemen bisa bersama-sama untuk meringankan beban masyarakat itu,” tegasnya.

Diwaktu yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, untuk pembangunan 300 rumah terdampak dari total 955 rumah tersebut akan menggunakan dana dari donasi-donasi yang telah masuk, dan dari Biaya Tidak Terduga (BTT).

300 Rumah Rusak Berat

“300 rumah itu yang statusnya rusak berat, itu hasil dari mapping kami ada 955 rumah yang rusak, kita petakan rumah-rumah yang benar parah ya, kurang lebih ada sekitar 300 rumah yang parah, itu yang akan kami bangun dahulu, target kami sebelum Idul Fitri selesai,” katanya.

Untuk itu, Pemkab Malang bekerjasama dengan TNI-Polri untuk melakukan pembangunan 300 rumah tersebut agar sebelum hari raya mereka sudah bisa menempatinya.

Selain itu, porsi anggaran juga ditingkatkan, sebelumnya instruksi awal menyebutkan, pembangunan rumah sementara yang berukuran 4×6 diprediksi dengan anggaran Rp. 11 Juta sampai Rp. 14 Juta per unit, maka kali ini telah disepakati ukuran rumah akan diperluas yakni 6×8 dengan anggaran Rp. 25 Juta per unit.

“Untuk anggarannya kita tingkatkan, sebelumnya Rp. 11 Juta sampai Rp. 14 Juta per unit, sekarang menjadi maksimal Rp. 25 juta per unit dengan ukuran 6X8, kita buat lebih kokoh, agar jika ada gempa lagi tidak mudah roboh,” beber Wahyu.

Sebagai informasi berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari BPBD Kabupaten Malang per tanggal 19 April 2021. Yang terdampak gempa bermagnitudo 6,1 tersebut mengakibatkan kerusakan bangunan yang tersebar di 32 dari 33 kecamatan.

Dari 32 kecamatan Kabupaten Malang tersebut yang terdampak, Kecamatan Tirtoyudo menjadi wilayah terparah terdampak gempa. Selanjutnya Kecamatan Dampit, dan Ampelgading. (aje/aka)