Aniaya Dokter Jaga RSUD Blambangan, LSM GMBI Dipolisikan

  • Whatsapp
Dokter jaga di RSUD Blambangan yang jadi korban pengeroyokan LSM GMBI. (foto: ozi/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Aksi premanisme kembali dilakukan oleh LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Seorang dokter jaga RSUD Blambangan babak belur akibat dikeroyok oleh sejumlah oknum lembaga swadaya masyarakat ini.

Baca Juga

“Benar. (Kasus dugaan pengeroyokan ini) sudah dilimpahkan ke Polresta Banyuwangi,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Selasa 28 Juli 2020. 

Kasus dugaan pengeroyokan ini bermula ketika sekelompok anggota LSM GMBI mengantarkan seorang pasien untuk berobat ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Blambangan, Senin malam, 27 Juli 2020.

“Dari laporan korban inisial dr. K, pasien yang dibawa GMBI ini sudah dilakukan tindakan medis. Kemduian rekomendasinya dilakukan rawat jalan. Karena kondisi pasien membaik sehingga tidak perlu rawat inap,” katanya.

Namun dari pihak GMBI menolak dilakukan rawat jalan dan meminta agar si pasien dirawat inap. “Sehingga terjadi cekcok dan akhirnya terjadi pengeroyokan dan penganiayaan terhadap dokter jaga,” ungkap Kapolresta.

Keesokan harinya (hari ini), korban langsung melaporkan kasus pengeroyokan dan penganiayaan tersebut ke Polsek Banyuwangi Kota, dan selanjutnya dilimpahkan ke Polrsesta Banyuwangi.

“Kita sudah melakukan visum kepada korban. Korban mengalami luka memar dan lecet di beberapa bagian tubuh,” sebutnya.

Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi atas kasus tersebut. “Ada 4 saksi yang sudah kita mintai keterangan,” imbuhnya.

Bahkan, Arman mengaku sudah mengantongi sejumlah nama terduga pelaku. “Sudah kita kantongi beberapa nama terduga pelaku. Lebih dari dua orang,” tutup Kapolresta Banyuwangi. (ozi/aka)