Angka Curanmor Meningkat, Polresta Malang Kota Tembak Residivis

  • Whatsapp
TINDAKAN TEGAS TERUKUR: Polresta Malang Kota ketika memberikan tindakan tegas terukur kepada residivis curanmor, Rabu (16/9).(istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Beberapa waktu terakhir, di wilayah hukum Kota Malang kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sempat mengalami peningkatan. Meski demikian, Polresta Malang Kota berhasil melakukan ungkap kasus dan memberikan tindakan tegas terukur terhadap residivis curanmor yang kerap beraksi sebagai efek jera.

“Ketika awal pandemi covid-19, kasus curanmor di Kota Malang hampir tidak ada. Namun, beberapa waktu terakhir, berdasarkan hasil anev, sempat mengalami peningkatan, meski tidak signifikan,” terang Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Rabu (16/9).

"
"

Baca Juga

"
"

Untuk memberantas curanmor, polisi tak main-main. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Malang Kota justru berhasil menangkap enam pelaku curanmor. Empat diantaranya adalah residivis dan diberi tindakan tegas terukur atau ditembak.

Ungkap kasus pertama yang terjadi pada 30 Agustus 2020 di Jalan BS. Riadi, Kecamatan Klojen, Kota Malang sekitar pukul 04.00. Atas kasus tersebut, polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku, yakni DWD, 28 warga Lowokwaru, Kota Malang yang merupakan residivis curanmor tahun 2015 dan 2017, MY, 24 warga Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang yang pernah ditahan akibat pencabulan anak di bawah umur pada tahun 2015 dan ZA, 23 warga Pagak, Kabupaten Malang. Serta, polisi juga menangkap satu orang penadah berinisial MAT, 31 warga Pasrepan, Kabupaten Malang yang merupakan residivis kasus curanmor ada tahun 2017.

BACA JUGA: Beraksi di Wilayah Hukum Malang Kota, Curanmor Ditembak Mati

“Modus operandinya, yakni mengambil motor yang ada di dalam gang perkampungan atau rumah dengan menggunakan kunci T. Kemudian, diberikan kepada penadah dan dijual serta dijadikan bahan mata pencaharian,” papar Leo.

Kasus tersebut berhasil diungkap berdasarkan hasil rekaman kamera pengintai yang ada di lokasi kejadian. “Akhirnya, polisi berhasil menangkap pelakunya,” imbuh dia.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui, pelaku telah beraksi di 10 TKP di wilayah hukum Kota Malang. Serta, polisi berhasil mengamankan enam buah sepeda motor hasil curian dan dua buah mata kunci T sebagai sarana untuk melakukan pencurian.

“Kami melakukan tindakan tegas dan terukur kepada para pelaku yang sempat melakukan perlawanan ketika ditangkap, yakni DWD dan MAT,” lanjut dia.

Atas perbuatannya tersebut, para pelaku pencurian dikenakan pasal 363 KUHP jo pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. “Sementara, untuk penadah, dikenakan pasal 48 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” kata Leo.

Sementara itu, untuk kasus kedua, yakni kasus curanmor yang terjadi pada 9 September 2020 di Jalan MT Haryono, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang sekitar pukul 10.00 di salah satu tempat kost mahasiswa.

Atas peristiwa itu, polisi berhasil menangkap dua orang pelaku, yakni OS alias K, 31 warga Jalan Kepuh, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang merupakan residivis kasus pembobolan tumah atau kost pada tahun 2010, 2015, 2016 dan 2017. Serta, polisi juga berhasil menangkap N, 41 warga Jalan Sukun Sidomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang juga merupakan residivis kasus pembobolan rumah atau kost pada tahun 2014 dan 2016.

BACA JUGA: Buron Sejak 2019, Pelaku Curanmor Akhirnya Dibekuk Satreskrim Polresta Malang Kota

“Kedua tersangka melakukan aksi curanmor di wilayah hukum Kota Malang sebanyak dua kali dan memasuki tumah tanpa izin sebanyak lima kali. Keduanya melakukan aksi di kawasan rumah kost untuk mengincar sepeda motor dan melakukan pencurian dengan menggunakan kunci T,” ujar mantan Waka Polrestabes Surabaya ini.

Atas perbuatannya tersebut, kedua tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

“Kami memberikan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku yang berupaya melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap,” jelas dia.

Pada kesempatan tersebut, pria yang juga pernah menjabat sebagai Kapolres Batu tersebut menginbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada ketika memarkirkan kendaraan di rumah atau tempat kost.

“Selalu hati-hati dan waspada. Kunci ganda kendaraan ketika parkir dan padtikan selau dalam pengawasan,” pungkas dia.(nda)

Post Terkait

banner 468x60