Puisi Legendaris Rendra, Kesadaran adalah Matahari

  • Whatsapp
Kesadaran adalah matahari. Foto: Twitter.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Tayangan podcast Deddy Corbuzier dengan Sujiwo Tejo memberikan angin segar kepada para pemuja diksi. Secara tersirat podcast tersebut membuka kembali memori akan semangat sastra WS Rendra.

Sujiwo tejo membacakan puisi Alm. Rendra dengan mantap sembari mengenang bagaimana karya sastra dulu sangat bernilai.

Baca Juga

WS Rendra meripakan legenda sastra di Indonesia, diksinya berhasil menuntun pembaca untuk berjalan diantara narasi yang dibawakannya.

BACA JUGA: Setelah 34 Tahun Bamsoet Kembali Acungi Jempol Pentas Panembahan Reso, Sebuah Mahakarya WS Rendra

Pernyair yang bernama asli Surendra Broto Rendra lahir di Solo pada tanggal 7 November 1935. Ia adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Sejak muda, dia menulis puisi, cerpen, scenario drama, dan esai sastra di berbagai media massa.

Ia dijuluki “Burung Merak” karena sifatnya yang mirip dengan burung merak jantan yang suka pamer akan bulu indahnya.

Ciri khas tulisan Rendra berbeda dengan penyair-penyair lain. Hal itu dapat dilihat pada penggunaan gaya bahasanya. Gaya bahasa Rendra menunjukkan identitas alami yang bermuara kepada namanya.

Diksi yang dipilih Rendra sangat unik. Dalam tiap tulisannya, dia lebih memilih kata-kata yang bermakna polos, denotatif tetapi bermakna padat dan tepat.

Rendra ingin membuat pembacanya berimajinasi berupa citra-citra yang dapat dilihat dan seolah-olah dapat dirasakan. Hidupnya semua aspek citraan dalam puisi Rendra seolah suasana, hal atau peristiwa yang digambarkan seperti foto (ikoni).

Nyawa puisi Rendra dari segi citraaan telah memberi nuansa warna puisi dalam horizon sastra Indonesia. Pembangunan citraan dalam puisi Rendra didasarkan pada imjinasi dan inspirasi yang betul -betul kokoh dari sang Maestro Puisi Indonesia.

BACA JUGA: “Hujan di Bulan Juni” Puisi yang Tidak Membosankan Meski Dibaca Berulang Ulang

Salah satu puisi legendaris karyanya yang dibacakan Sujiwo Tejo di Podcast Deddy Corbuzier merupakan puisi yang sarat akan makna. “Kesadaran adalah matahari” buka budayawan nyentrik tersebut.

Inilah syair puisi Rendra yang berjudul Kesadaran Adalah Matahari.

Kesadaran Adalah Matahari
Kesabaran adalah Bumi
Keberanian menjadi Cakrawala
dan Perjuangan adalah Pelaksanaan Kata-Kata
(WS Rendra. Depok, 22 April 1984). (kal)