Akhirku

  • Whatsapp
banner 468x60

Oleh: Bibit Suhatmady*

Sedih
Meninggalkan masa
Meniti waktu menuju akhir
Akhir?
Ujung dari segala ujung
Sesuatu yang pasti
Yang mungkin tidak ada satu mahlukpun yang berani berkata…
Itu… tidak pasti!


Sedih
Akhir sudah pasti
Tapi…
Apakah awal juga suatu yang pasti?
Apakah masa sejenak setelah awal adalah pasti?
Apakah terik memandu ke titian yang pasti?
Ataukah hanya serangkaian maya?


Entahlah???
Gamang ini hinggap begitu saja
Seperti burung bangau yang lepas dari formasi
Bernafas tersengal mengepak sayap
Sendiri
Sesak menyempitkan saluran nafas
Tak ada suplai udara


Dari bapak bangau
Dari ibu bangau
Dari saudara bangau
Dari teman-teman bangau
Tak ada suplai udara


Yaaaaaa Allah Sang Pencipta hayat!
Yaaaaaa Illahi Sang empunya hidup!
Aku sedih
Aku lelah
Aku capek


Bukan alat pacu jantung yang aku butuhkan
Untuk menjauhkanku dari sang Akhir
Bukan ventilator yang aku butuhkan
Untuk menjauhkanku dari sang pasti


Aku hanya ingin tersenyum di dekat sang Akhir
Aku hanya ingin berbagi di dekat sang pasti
Berbagi rezeki
Berbagi tuah
Berbagi labu berisi emas


Hai! loper Koran
Aku sudah berbagi sumber hidup denganmu
Hai! Penjaja berita
Aku juga masih dapat menafkahimu dan keluargamu di pengujungku.
Hai! Para penggema gagasan yang ada di seberang jalan


Berterima kasihlah padaku
Karenaku kalian punya bahan diskusi
Karenaku kalian ada
Karenaku kalian hidup


Dan wahai kau para alumniku
Karenaku kalian punya bahan diskusi
Karenaku kalian ada
Karenaku kalian hidup
Maafkan aku kalian semua tidak dapat menggapaiku
Aku sudah tiba
Aku sudah sampai


Tiba
Sampai
Sedih
Tersenyum
Di akhirku…!


*Penulis adalah Dosen Universitas Mulawarman  dan Ketua 1 Perkumpulan Cendekiawan Bahasa dan Sastra (CEBASTRA)