Rabu, September 28, 2022
BerandaOpinionTukang Bakso dan Ruang Perempuan

Tukang Bakso dan Ruang Perempuan

Sambutan viral yang mencolek tukang bakso sebagai objek penderita, disampaikan oleh seorang perempuan yang berwibawa, berkharisma dan berpengaruh. Salah satu isi sambutan beliau merujuk pada wejangan yang ditujukan kepada putra dan putrinya soal mencari mantu, “Awas lho kalau nyarinya kayak tukang bakso”.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Peryataan tersebut   sangat erat berhubungan dengan perempuan. Konteks yang terbangun berarti tukang bakso bisa seorang laiki-laki atau perempuan. Isi sambutan beliau “Jadi ketika saya mau punya mantu nih, saya sudah bilang sama anak saya tiga (orang), awas loh kalau nyarinya yang kayak tukang bakso”.

Baca Juga: Viral Bakso Unik Mirip Payudara, Netizen: Cara Makannya Bukan Dihisap!

Masyarakat mungkin lebih melihat wejangan itu ditujukan untuk putri beliau, Puan Maharani, tetapi apabila dicermati lebih dalam dua putra beliau adalah laki-laki sehingga tukang bakso di sini berarti perempuan.  

Menyoal perempuan dalam sambutan “tukang bakso” maka akan terlihat peran perempuan sebagai subjek, dalam hal ini peran dipegang oleh ibu Mega, sedangkan peran sebagai objek ada pada mbak Puan yang diwanti-wanti agar mencari jodoh selain tukang bakso dan tukang bakso perempuan sebagai representasi jodoh bagi 2 putra bu Mega laki-laki.

Posisi ibu Mega sebagai penutur (subjek) yang mempunyai kuasa dalam peran sebagai ibu mengatur dan memilih calon menantu mengindikasikan bahwa perempuan sebagai pemegang kendali dan pemegang keputusan.

Baca Juga: Dinda Permata Akui Sulit Berkarier di Negeri Ini Tanpa Sensasi

Perempuan bukan lagi sebagai objek. Meminjam logika Helene Cixous (1976) mengenai l’ecriture feminine (feminine writing), di mana perempuan perlu menuliskan dirinya sendiri, perempuan perlu menempatkan dirinya ke dalam “teks” pada sebuah sistem bahasa yang berarti bahwa perempuan harus eksis menunjukkan citra diri positif dalam keberadaannya.

Ibu Mega menunjukkan citra diri yang sangat peduli terhadap putra-putrinya terutama dalam hal mencari jodoh. Hal lain yang bisa dicermati di balik sisi citra diri  positif tersebut adalah pemilihan tukang bakso sebagai profesi yang harus dihindari oleh  putra dan putri beliau ketika mencari pasangan hidup.

BERITA KHUSUS

Enam Poktan Tembakau Situbondo Dapat Bantuan Kendaraan Roda Tiga, Ini Daftarnya

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Enam kelompok tani (Poktan) tembakau di Kabupaten Situbondo bakal mendapat bantuan kendaraan roda tiga. Bantuan itu berasal dari Dinas Pertanian...

BERITA TERBARU

Perpanjangan Kontrak Berhasil, Zhou Guanyu Akan Terus Berlaga di F1 Tahun Depan

NUSADAILY.COM-JAKARTA- Pembalap muda asal China, Zhou Guanyu, telah berhasil memperpanjang kontraknya untuk tetap berlaga di F1 musim depan. Baca Juga: Penyelidik Tangkap Dua Pria Atas...