Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaOpinionMasyarakat Multilingual: Sebuah Keprihatinan

Masyarakat Multilingual: Sebuah Keprihatinan

Djoko Susanto

Oleh: Drs. Djoko Susanto, M.Ed, Ph.D *)

Isu yang paling kritis mengenai bahasa daerah yang beragam ini adalah penggunaan bahasa daerah yang semakin berkurang. Ada dua faktor penyebab yang utama. Pertama, pemerintah belum berbuat banyak untuk membudayakan dan mengembangkan bahasa daerah.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Padahal menurut UUD 1945, pemerintah menjamin untuk memelihara bahasa daerah agar tidak punah (Bastomi, 1992).  Kedua, upaya Pusat Bahasa untuk mendukung penelitian tentang bahasa daerah, masih sangat buruk.

Kurang tersedianya dana dan staf yang mampu memberikan informasi linguistik dasar dan penelitian tentang bahasa-bahasa tersebut. Sangat disayangkan bahwa hanya sedikit orang yang sampai sekarang memiliki usaha untuk mengeksplorasi bidang ini’ (Anwar, 1990:3).

Oleh karena itu, tidak heran jika beberapa bahasa daerah mulai menghilang. Bahkan, diyakini ada sekitar 50 dari 250 bahasa yang disurvei oleh Poedjosoedarmo (1980) berpotensi punah.

Potret Multilingual

Dalam masyarakat multibahasa seperti Indonesia, kehadiran bahasa nasional sebagai lingua franca untuk komunikasi antaretnis sangat diperlukan. Alasan dipilihnya bahasa Melayu sebagai bahasa nasional Indonesia lebih berorientasi pada pertimbangan sosial dan politik daripada pertimbangan linguistik. Saat itu, ada dilema apakah akan mengadopsi bahasa Belanda atau bahasa Jawa sebagai bahasa nasional Indonesia.

Saat itu, bahasa Jawa dituturkan oleh sekitar 40% dari keseluruhan populasi. Bahasa Jawa juga ditolak, tetapi dengan alasan berbeda yang terkait dengan dua pertimbangan utama secara sosial budaya. Pertama, bahasa Jawa adalah bahasa kelompok etnis tertentu.

Jika bahasa Jawa dipilih, itu akan menyinggung penutur bahasa etnis lain dan kemudian akan bertentangan dengan persatuan nasional. Kedua, keputusan itu terkait dengan hakikat bahasa Jawa yang menjalankan hierarki sosial menurut norma sosial budaya.

Baca Juga: Tinggal di Malaysia, Tya Arifin Cerita Awal Mula Adaptasi dengan Bahasa dan Budaya Keluarga Suami

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Penemuan Bangkai Perahu Kerjaan Powan di Sungai Andong Ngawi

NUSADAILY.COM – NGAWI – Warga menemukan sebongkah batang kayu yang diduga sebagai bangkai perahu kuno di sungai Andong Desa/Kecamatanan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Baca...