Warga NTT Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Varian Delta

  • Whatsapp
di
Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengimbau warga di provinsi berbasiskan kepulauan itu agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit COVID-19 varian delta yang diketahui telah muncul di Kota Kupang.

“Kepada seluruh masyarakat NTT kami mengimbau agar tetap tingkatkan kewaspadaan karena varian delta yang tingkat penyebarannya lebih cepat dan lebih ganas sudah masuk NTT,” kata Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu di Kupang, Kamis.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Goa Istana Ular, Wisata Unik dan Ekstrim di Desa Galang NTT

Ia mengatakan penyebaran COVID-19 varian delta sudah muncul di Kota Kupang sebanyak tiga kasus.

Kemunculan kasus di Kota Kupang ini, kata dia bukan berarti kabupaten lain luput dari penyebaran COVID-19 varian delta karena masih sebanyak 500 sampel yang masih diperiksa di Laboratorium Kementerian Kesehatan di Jakarta.

BACA JUGA: Tiga Warga NTT Terpapar Varian Delta

“Ratusan sampel ini yang hasilnya masih kita tunggu ini berasal dari semua kabupaten di NTT, jadi kami meminta agar semua elemen warga tetap waspada, waspada, dan waspada,” katanya.

BACA JUGA: Dara Ayu Pedangdut dengan Suara Manja, Viral hingga Malaysia

Marius mengimbau warga agar meningkatkan kedisiplinan dalam menaati protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, mengurangi kegiatan di luar rumah, dan meningkatkan imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi.

Selain itu ia juga meminta peran perangkat pemerintah daerah di tingkat RT/RW agar terus aktif melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Dengan mengontrol secara ketat kegiatan masyarakat selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

BACA JUGA: Bisnis Hewan Ternak Antar Daerah di NTT Capai Rp81,8 Miliar

Marius mengakui memang ada kegiatan masyarakat dalam jumlah banyak yang sulit dihindari. Seperti melayat orang yang meninggal namun para Ketua RT/RW harus terus mengingatkan agar protokol kesehatan tetap dijalankan.

“Dan upaya pencegahan ini perlu dikontrol langsung juga oleh masing-masing kepala daerah di setiap kabupaten/kota,” katanya.(eky)