Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNusantaraTumpukan Sampah di Pasar Sehat Cileunyi Semakin Menggunung, Ini Langkah Pemkab Bandung

Tumpukan Sampah di Pasar Sehat Cileunyi Semakin Menggunung, Ini Langkah Pemkab Bandung

NUSADAILY.COM – BANDUNG – Permasalahan sampah di Kabupaten Bandung tak kunjung usai. Bahkan baru-baru ini terjadi di dua wilayah, yakni di Pasar Sehat Cileunyi dan Sungai Cikahiyangan Kopo Sayati.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Bupati Ikfina Bersihkan Anak Sungai Afour dari Sampah Penyebab Banjir

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Yula Zulkarnain mengatakan, pihaknya selalu melakukan pengangkutan sampah secara rutin. Namun, kata dia, volume sampah yang masuk ke Pasar Sehat Cileunyi selalu melebihi kapasitas.

“Kita mah sebenarnya melakukan pengangkutan secara rutin, cuma volume sampah yang masuk itu dengan kapasitas pengangkutan itu tidak imbang,” ujar Yula saat dihubungi detikcom, Rabu (26/1/2022).

BACA JUGA : Pemkab Jember Kembangkan Bank Sampah

Yula mengungkapkan sampah yang masuk ke TPS Pasar Sehat Cileunyi bukan hanya yang dari pasar, banyak yang dari luar. “Bahkan bukan hanya warga kabupaten Bandung, warga kabupaten Sumedang juga banyak yang masuk ke situ.

Pasar Sehat Cileunyi

Dan terkesan dari pihak pengelola Pasar Sehat Cileunyi tidak ada penjagaan, makanya itu yang jadi masalah,” katanya.

BACA JUGA : Mahasiswa FTUI Rancang Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Pihaknya menjelaskan, hal tersebut berbanding terbalik dengan pasar Cicalengka, pasar Soreang, atau pasar Sayati yang lebih tertib. Apalagi, kata dia, ketiga pasar tersebut dikelola oleh pihak swasta.

“Kalau penjagaan supaya tidak masuk sampah dari luar masuk ke dalam TPS pasar kan menjadi kewenangan pengelola pasar. Sedangkan kewajiban kita itu diatur dalam MOU yang sebetulnya bukan ranah saya, pengangkutan sampah itu wilayahnya UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) pelayanan pengangkutan sampah,” katanya.

BACA JUGA : Jakpro Targetkan Pra Konstruksi Fasilitas Pengelolaan Sampah ITF

Yula pun menegaskan akan melaksanakan kegiatan operasi bersih dalam waktu dekat. Setelah itu, kata dia, akan melakukan komitmen dengan pengelola pasar supaya kejadian tersebut tidak berulang.

“Rencananya hari Jumat atau Sabtu kita akan diadakan opsih di situ (Pasar Sehat Cileunyi). Jadi operasi bersih di nol kan, nanti setelah di nol kan, kita akan buat surat komitmen dari pengelola pasarnya, tentang supaya bisa terus ditangani mengenai sampah tersebut. Jadi kan jika ada seseorang yg memiliki rumah, kan orng yg bertanggung jawab mengenai sampah itu kan pemilik rumahnya,” kata Yula.

BACA JUGA : Rizky Billar Ingin Leslar jadi Bad Boy, Lesti Kejora: Nggak Boleh!

Selain Pasar Sehat Cileunyi, tumpukan sampah pun terjadi di Sungai Cikahiyangan Kopo Sayati, Kabupaten Bandung. Bahkan tumpukan sampah yang mayoritas styrofoam tersebut menutup aliran sungai.

Kewenangan BBWS

“Nah kalau sungai kan itu jadi kewenangan BBWS. Tapi kita juga bukan hanya karena kewenangan BBWS kita berpangku tangan, kan bukan tidak banyak sungai yang kita intervensi untuk mengangkut sampah. Terakhir saya mengangkut sampah di sungai Cikeruh itu 1 tronton,” katanya.

Dia menambahkan bahwa jika ada penumpukan tersebut harus membutuhkan prosedur yang benar. “Biasanya ada permohonan dari pemerintah setempat, baik desa, ataupun kecamatan untuk melakukan opsih. Kalau ada permintaan, kita laksanakan opsihnya,” ucapnya.

Dalam menangani sampah, Yula mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah memiliki beberapa program dalam penanganan sampah.

Pengelolaan Sampah

“Diantaranya program pak bupati itu kan, Bandung Bedas Bersih sampah kan sepertinya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah itu tanggung jawab masyarakat, warna negara Indonesia, bukan tanggung jawab pemerintah.

Tapi amanat UU no 18 tahun 2008 di pasal 12, bahwa setiap warga negara, setiap orang wajib menangani, mengurangi sampah yang dihasilkannya secara berwawasan lingkungan,” kata Yula.

“Kita juga ada program bank sampah tematik, jadi sekarang kita coba menggugah masyarakat untuk kembali ke budaya dulu. Bahwa sampah itu di urus bukan dibuang, seperti orang tua kita dulu. Buanglah sampah pada temannya kan (istilah) sekarang itu. Kalau ada temannya buang di situ, ikutan membuang di situ,” pungkasnya.(ros)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Usung Pembelajaran Bahasa, Sosial dan Budaya dalam MBKM, UM Gelar Seminar Nasional

NUSADAILY.COM – MALANG – Dalam rangka menyukseskan gerakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) khususnya bidang pembelajaran bahasa, sastra dan budaya. Departemen Sastra Jerman Universitas...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - BANDUNG - Permasalahan sampah di Kabupaten Bandung tak kunjung usai. Bahkan baru-baru ini terjadi di dua wilayah, yakni di Pasar Sehat Cileunyi dan Sungai Cikahiyangan Kopo Sayati.

BACA JUGA : Bupati Ikfina Bersihkan Anak Sungai Afour dari Sampah Penyebab Banjir

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Yula Zulkarnain mengatakan, pihaknya selalu melakukan pengangkutan sampah secara rutin. Namun, kata dia, volume sampah yang masuk ke Pasar Sehat Cileunyi selalu melebihi kapasitas.

"Kita mah sebenarnya melakukan pengangkutan secara rutin, cuma volume sampah yang masuk itu dengan kapasitas pengangkutan itu tidak imbang," ujar Yula saat dihubungi detikcom, Rabu (26/1/2022).

BACA JUGA : Pemkab Jember Kembangkan Bank Sampah

Yula mengungkapkan sampah yang masuk ke TPS Pasar Sehat Cileunyi bukan hanya yang dari pasar, banyak yang dari luar. "Bahkan bukan hanya warga kabupaten Bandung, warga kabupaten Sumedang juga banyak yang masuk ke situ.

Pasar Sehat Cileunyi

Dan terkesan dari pihak pengelola Pasar Sehat Cileunyi tidak ada penjagaan, makanya itu yang jadi masalah," katanya.

BACA JUGA : Mahasiswa FTUI Rancang Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Pihaknya menjelaskan, hal tersebut berbanding terbalik dengan pasar Cicalengka, pasar Soreang, atau pasar Sayati yang lebih tertib. Apalagi, kata dia, ketiga pasar tersebut dikelola oleh pihak swasta.

"Kalau penjagaan supaya tidak masuk sampah dari luar masuk ke dalam TPS pasar kan menjadi kewenangan pengelola pasar. Sedangkan kewajiban kita itu diatur dalam MOU yang sebetulnya bukan ranah saya, pengangkutan sampah itu wilayahnya UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) pelayanan pengangkutan sampah," katanya.

BACA JUGA : Jakpro Targetkan Pra Konstruksi Fasilitas Pengelolaan Sampah ITF

Yula pun menegaskan akan melaksanakan kegiatan operasi bersih dalam waktu dekat. Setelah itu, kata dia, akan melakukan komitmen dengan pengelola pasar supaya kejadian tersebut tidak berulang.

"Rencananya hari Jumat atau Sabtu kita akan diadakan opsih di situ (Pasar Sehat Cileunyi). Jadi operasi bersih di nol kan, nanti setelah di nol kan, kita akan buat surat komitmen dari pengelola pasarnya, tentang supaya bisa terus ditangani mengenai sampah tersebut. Jadi kan jika ada seseorang yg memiliki rumah, kan orng yg bertanggung jawab mengenai sampah itu kan pemilik rumahnya," kata Yula.

BACA JUGA : Rizky Billar Ingin Leslar jadi Bad Boy, Lesti Kejora: Nggak Boleh!

Selain Pasar Sehat Cileunyi, tumpukan sampah pun terjadi di Sungai Cikahiyangan Kopo Sayati, Kabupaten Bandung. Bahkan tumpukan sampah yang mayoritas styrofoam tersebut menutup aliran sungai.

Kewenangan BBWS

"Nah kalau sungai kan itu jadi kewenangan BBWS. Tapi kita juga bukan hanya karena kewenangan BBWS kita berpangku tangan, kan bukan tidak banyak sungai yang kita intervensi untuk mengangkut sampah. Terakhir saya mengangkut sampah di sungai Cikeruh itu 1 tronton," katanya.

Dia menambahkan bahwa jika ada penumpukan tersebut harus membutuhkan prosedur yang benar. "Biasanya ada permohonan dari pemerintah setempat, baik desa, ataupun kecamatan untuk melakukan opsih. Kalau ada permintaan, kita laksanakan opsihnya," ucapnya.

Dalam menangani sampah, Yula mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah memiliki beberapa program dalam penanganan sampah.

Pengelolaan Sampah

"Diantaranya program pak bupati itu kan, Bandung Bedas Bersih sampah kan sepertinya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah itu tanggung jawab masyarakat, warna negara Indonesia, bukan tanggung jawab pemerintah.

Tapi amanat UU no 18 tahun 2008 di pasal 12, bahwa setiap warga negara, setiap orang wajib menangani, mengurangi sampah yang dihasilkannya secara berwawasan lingkungan," kata Yula.

"Kita juga ada program bank sampah tematik, jadi sekarang kita coba menggugah masyarakat untuk kembali ke budaya dulu. Bahwa sampah itu di urus bukan dibuang, seperti orang tua kita dulu. Buanglah sampah pada temannya kan (istilah) sekarang itu. Kalau ada temannya buang di situ, ikutan membuang di situ," pungkasnya.(ros)