Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsWakil Kepala BPIP Ingatkan Camat Perbatasan Amalkan Pancasila Secara Riil

Wakil Kepala BPIP Ingatkan Camat Perbatasan Amalkan Pancasila Secara Riil

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Kepala BPIP Profesor Hariyono saat tampil sebagai pemateri dalam kegiatan pembekalan dalam Forum Dialog ‘Mendukung Masyarakat Produktif Dan Aman Covid-19, Serta Sukses Pilkada’ di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis kemarin (24/9), mengingatkan kepada semua camat di daerah perbatasan untuk berperan penting dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila secara riil di masyarakat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Selain itu, orang nomor dua di lingkungan BPIP ini juga menegaskan pengamalan Pancasila Bukan hanya melindungi negara secara teritorial. Tapi juga akan menjaga kedaulatan ekonomi.

Kegiatan ini merupakan pertemuan Koordinasi Peningkatan Aparatur Pemerintahan Kecamatan Perbatasan Tahun 2020 Regional I yang digelar oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Kehadirannya adalah sebagai tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara BPIP dan BNPP yang di naungin oleh kementerian Dalam Negeri.

BACA JUGA: BPIP: ASN Tidak Netral Saat Pilkada Melanggar Etika Pancasila

“Kita diminta oleh teman-teman Kemendagri untuk menegaskan peran camat. Sebagai kepala pemerintahan umum di wilayah kecamatan, yang juga bertugas mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Camat sebagai penguasa wilayah, bertanggung jawab menjaga Pancasila, NKRI, Kebhinekaan. Camat pun berperan mengantisipasi potensi radikalisme,” ujar Hariyono

Dirinya juga mengamini anggapan bahwa selama ini daerah perbatasan relatif terabaikan. Implikasinya, dibanding-bandingkan dengan daerah negara tetangga hingga infiltrasi budaya dan ideologi masyarakat.

“Problemnya ada kedaulatan wilayah dan ekonomi atau tidak? Camat dengan bantuan pemerintah diharapkan mampu mengembangkan potensi ekonomi, mensejahterakan. Tanpa ada kedaulatan ekonomi, masyarakat lebih mudah bangga dengan negara tetangga,” tutur Hariyono.

Budaya Materialistik

Konon para camat di daerah perbatasan sering bersedih hati karena kurang ‘basah’ dan diperhatikan. Hal itu terjadi karena budaya materialistik.

“Potensi alam di daerah perbatasan sangat kaya, tapi belum optimal diolah dengan sentuhan teknologi. Disini peran SDM, bagian dari aktualisasi Pancasila. Para camat bisa mengajak perguruan tinggi untuk bersinergi, melakukan riset, dan inovasi,” beber Hariyono.

Perihal pandemi Covid-19 dan resesi, Hariyono merasa para camat berperan dalam menstimulasi ekonomi mandiri.

BACA JUGA: BPIP Susun Buku Materi Induk Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Aparatur Negara

“Sudah banyak, BPIP mendampingi ragam komunitas. Contohnya, memanfaatkan halaman dan tembok untuk menanam sayuran. Ada istilah di salah satu kampung namanya Cetar (Cinta Menanam di Latar),” ujar penulis buku ini.

Jika suatu kecamatan atau kampung bisa produktif, lanjut Hariyono, maka warganya bisa jarang sakit. Harus jaga jarak fisik, bukan jaga jarak sosial.

“Kepedulian sosial harus makin meningkat di era pandemi ini. Saling membantu dan berbagi,” tandasnya. (sir/lna)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed