Senin, September 27, 2021
BerandaNewsVaksinasi Pelajar, Wali Kota Batu Berharap Pembelajaran Tatap Muka Segera Mulai

Vaksinasi Pelajar, Wali Kota Batu Berharap Pembelajaran Tatap Muka Segera Mulai

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Penyelenggaraan vaksinasi kepada pelajar kali pertama digelar di Kota Batu (Rabu, 4/8). Sasaran vaksinasi diawali pelajar di tingkat SMA/SMK sebanyak 9500 orang. Program vaksinasi ini bagian dari upaya pemerintah untuk membentengi kelompok anak-anak rentang usia 12-17 tahun dari paparan Covid-19.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko meninjau pelaksanaan awal vaksinasi pelajar di SMKN 3 Kota Batu. Untuk sekolah ini ditargetkan sebanyak 1027 peserta didik yang akan digelar selama bertahap. Pelaksanaan awal Rabu (4/8) diikuti sekitar 500 pelajar. Berlanjut  Kamis, 5/8 untuk menuntaskan target.

“Seluruh peserta didik mulai tingkat menengah atas, menengah pertama hingga SD akan disuntik vaksin. Dengan catatan penerima vaksin anak berusia 12-17 tahun. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap,” kata Dewanti dilansir Nusadaily.com.

Ia mengimbau pelajar bersedia mengikuti vaksinasi sebagai bentuk benteng pertahanan diri dari paparan Covid-19. Diharapkan melalui vaksinasi kepada pelajar bisa segera melakukan pembelajaran tatap muka. “Semoga jika sudah divaksin semua bisa memulai pembelajaran tatap muka. Dengan catatan tetap prokes,” harap Dewanti.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, Kartika Trisulandari mengatakan bila kegiatan ini merupakan vaksinasi serentak pelajar se-Jawa Timur. Untuk sasaran awal 1000 pelajar dilaksanakan dalam dua hari.

“Hari pertama 500 pelajar, besok 500. Perbedaan vaksin pelajar dan umum yaitu kalau pelajar harus ada izin dari orang tua. Lalu mengikuti screening. Untuk jenis vaksin yaitu sinovac,” terang Kartika.

Plt Kepala SMKN 3 Kota Batu, Joko Santoso mengatakan, sebelum dimulainya vaksinasi, pihak sekolah mengirimkan kuisioner kepada wali murid. Hal ini untuk mengetahui kondisi kesehatan anak-anak.

“Dari kuisioner tersebut kita juga bisa mengetahui keadaan anak-anak, apakah memiliki penyakit bawaan, atau pernah terpapar. Kan kalau memiliki penyakit bawaan harus ada lampiran surat, jika pernah terpapar baru boleh divaksin tiga bulan kemudian,” ujar Joko.

Untuk hari ini ada 500 pelajar menerima vaksin, demi mencegah kerumunan dilakukan secara bergantian maksimal 50 anak. Jika selesai langsung pulang dan berganti kloter selanjutnya. 

“Harapan kami ke depan setelah divaksin bisa dilakukan KBM tatap muka karena SMK banyak praktek langsung yang harus dilakukan. Bila pembelajaran daring bisa dipastikan nanti kompetensi anak-anak kurang,” terang dia. (wok/wan)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...