Rabu, Agustus 17, 2022
BerandaNewsRegionalWisata Tangguh, Angin Segar Bagi Banyuwangi

Wisata Tangguh, Angin Segar Bagi Banyuwangi

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Wisata tangguh jadi angin segar bagi Banyuwangi. Sebab pandemi COVID-19 berdampak pada matinya sektor pariwisata Banyuwangi. Tak hanya pegiat wisata, para seniman, dan budayawan pun terpaksa menganggur. Lantaran tak ada job yang bisa mereka kerjakan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Namun, inovasi Wisata Tangguh yang diinisiasi Pemkab dan Polresta Banyuwangi rupanya membawa angin segar bagi sektor wisata. Untuk dapat bangkit kembali di tengah tantangan wabah virus mematikan tersebut.

Melalui Wisata Tangguh, pelaku wisata baik yang bergerak di bidang tourguide, kuliner, maupun para seniman dan budayawan bisa beraktivitas normal kembali. Dengan catatan tetap melaksanakan protokol kesehatan COVID-19.

Seperti yang diperagakan para penari Gandrung saat tampil pada peresmian Kampung Tangguh di Perumahan Permata Valenta Desa Gembiritan Kecamatan Genteng. Mereka menari dengan anggunnya, namun tetap mengenakan masker dan face shield sebagai upaya mencegah penukaran Coronavirus.

“Ini sangat bagus. Sekaligus angin segar buat sanggar (tari) untuk bisa tetap tampil dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Apalagi selama ini mereka tidak ada job gara-gara Corona,” kata Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, M.Y. Bramuda, Kamis 4 Juni 2020.

Uji Coba di Banyuwangi

Diakui Bramuda, penampilan tarian Gandrung dengan protokol kesehatan ini merupakan uji coba pertama atraksi dan pertunjukan di Banyuwangi selama pandemi Covid-19. Pihaknya masih terus menggodok formula terbaik, sehingga geliat pariwisata yang menampilkan atraksi seni budaya Banyuwangi bisa bangkit kembali.

“Ini uji coba pertama. Protokol kesehatan COVID-19 tentu harus dilaksanakan. Namun juga tetap mengindahkan estetika seni itu sendiri,” imbuhnya. 

Sebelum menampilkan atraksi, lanjut Bramuda, para talent wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan kondisinya sehat dan terbebas dari COVID-19.

“Jadi sebelum mentas talent harus dipastikan dalam kondisi sehat. Kemudian, interaksi dengan penonton harus diminimalisir. Serta menggunakan handsanitizer atau cuci tangan serta mengenakan pelindung seperti masker dan face shield,” tegasnya kepada induk imperiumdaily.com ini.

Meski demikian, Bramuda mengaku akan terus melakukan evaluasi, jika memang ditemukan kekurangan dari nilai estetika akibat penerapan protokol kesehatan.

“Kita masih cari formulasinya itu, agar protokol kesehatan bisa berjalan beriringan dengan keindahan seni,” ujarnya.(ozi/cak)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Digugat Eks Pengacara Bayar Fee Rp 15 M, Begini Respons Bharada E

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Bharada Richard Eliezer atau Bharada E digugat mantan kuasa hukumnya Deolipa Yumara untuk membayar fee Rp 15 miliar. Gugatan itu...