Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsRegionalWarga Tuding Pemkab Jember Teledor Soal Siswa Positif COVID-19

Warga Tuding Pemkab Jember Teledor Soal Siswa Positif COVID-19

NUSADAILY.COM – JEMBER – Kegelisahan menggelayuti warga Lingkungan Kebon Dalem, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pemerintah Kabupaten Jember dituding sebagai penyebab keresahan massal yang kini dirasakan warga setempat.

Masalah bermula dari simpang siur informasi Pemkab tentang kematian warga berinisial D yang berstatus orang dalam pantauan (ODP) hasil rapid test negatif pada tanggal 8 April 2020 lalu.

Namun, pada Selasa 28 April 2020 Pemkab Jember mengumumkan rapid test D berubah menjadi reaktif.

Hal itu disampaikan bersamaan dengan rilis tentang hasil swab seorang siswa 14 tahun berinisial F, anak dari D, yang positif corona.

Ketua RW 24 Ahmad Ireng Maulana mengaku warga kebingungan dengan informasi pemerintah yang simpang siur. “Warga kaget, kami merasa kecolongan,” keluhnya pada Nusadaily.com, Rabu, 29 April 2020.

Puncak kegelisahan warga naik tatkala F dijemput petugas medis membawa ambulan, dan dinyatakan positif corona kemarin malam.

Sebab, F sudah terlanjur berinteraksi dengan warga selama kurang lebih 5 hari, pasca masa isolasi mandiri sejak 8 April hingga selesai pada tanggal 22 April 2020 lalu.

Tak Ada Upaya Antisipasi

Ahmad menyesalkan, tiadanya upaya antisipasi dari Pemkab Jember. Semestinya, massa isolasi F bukan lagi 14 hari, namun diperpanjang sampai menunggu hasil swab yang keluar pada 28 April.

“Harus ada keterbukaan sebenarnya. Masyarakat mengharapkan keterbukaan. Kalau kita tahu bukan mengucilkan korban, tapi bisa menjaganya dan mencegah (penularan),” tegasnya.

Dengan kejadian ini, akhirnya Ahmad bersepakat bersama warga menutup semua pintu masuk dan keluar lingkungan Kebon Dalem.

Warga disebutnya bertindak secara sadar dengan memasang portal jalan agar orang luar atau warga setempat tidak lagi bebas berkeliaran.

Sutik, Lurah Kepatihan ketika dikonfirmasi melalui telefon selulernya juga kaget informasi D berubah informasinya rapid test negatif jadi positif.

Padahal, ia memperoleh pemberitahuan awal dari Bupati Jember Faida. “Saya ngomongnya negatif, wong Bupati sendiri negatif memang,” ungkapnya.

Ia menyetujui pemblokiran akses keluar masuk lingkungan sekitar F tinggal yang sudah dilakukan warga.

Kendati Sulik belum menjelaskan langkah berikutnya mengenai kebijakan pemerintah terhadap lingkungan tersebut. “Sudah lockdown dulu,” tukasnya.

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Jember Gatot Triyono enggan menanggapi keluhan warga bahwa Gugus Tugas Covid-19 Jember gagal memperhatikan F, sehingga terlanjur berinteraksi. “Saya cari dulu informasinya,” jawabnya singkat. (sut)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Tarif 4 Jalan Tol Ini Bakal Naik, Ada Tangerang-Merak hingga Pandaan-Malang

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Sebanyak empat jalan tol kelolaan PT Astra Infrastruktur bakal naik tarifnya dalam waktu dekat. Sebanyak empat ruas jalan tol tersebut...