Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsRegionalPelepasan Saham Tambang Emas Tumpang Pitu Masuk Proyeksi APBD Tahun 2020

Pelepasan Saham Tambang Emas Tumpang Pitu Masuk Proyeksi APBD Tahun 2020

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Rencana pelepasan saham milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di PT Merdeka Copper Gold rupanya sudah ditetapkan dan masuk proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020. Dari nilai total 229 juta lembar saham milik Pemkab, 15 persen diantaranya akan dijual ke pasar bebas.

“Ini sudah jadi bagian dari APBD (2020) dan sudah disetujui dewan. Cuman ini kan prosesnya harus hati-hati. Kalau saat ini hitung-hitungan nilainya lagi bagus. Ini masih by proses karena ada regulasi yang harus kita penuhi,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi, Samsudin, Senin 22 Juni 2020.

Menurut Samsudin, hasil penjualan saham tersebut sudah masuk dalam proyeksi pendapatan APBD 2020. “Namanya proyeksi kan bisa iya, bisa tidak. Kalau memang jadi dijual kita sudah punya cantolan hukumnya. Kalau missal tidak jadi jual, berarti APBD nya dikurangi dong,” imbuhnya.

Untuk memuluskan rencana tersebut, Pemkab Banyuwangi sudah berkonsultasi kepada Kementerian dalam Negeri. Hasilnya, pemkab diminta untuk menunjuk penasehat investasi, agar momen melepas saham di pasar modal dilakukan pada waktu yang tepat.

“Ini kita konsultasikan agar tidak ada persoalan hukum. Oleh Kemendagri, kita diminta untuk menunjuk penasehat investasi. Karena yang tahu, kapan harus dilepas atau jangan dijual sekarang, tunggu dulu. Kan mereka yang tahu. Secara informal kita sudah sounding dengan Bahana Scuritas, tinggal formalnya saja,” ujarnya.

Hasil penjualan saham tersebut, tambah Samsudin, nantinya akan diperuntukkan bagi pembangunan di wilayah terdampak tambang. Mulai dari pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

“Bupati ngasih gambaran, di Pesanggaran ada Puskesmas paling bagus. Termasuk untuk infrastruktur jalan dan lain sebagainya. Harapan beliau, nanti ada beasiswa khusus masyarakat di ring 1. Intinya, hasil dari saham tersebut agar bisa dinikmati masyarakat,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto membenarkan jika rencana pelepasan saham di PT Merdeka Copper Gold sudah disetujui eksekutif dan legislatif dalam APBD Tahun 2020. Dia sekaligus mengklarifikasi bahwa rencana pelepasan saham di PT Merdeka Copper Gold ini bukan dikarenakan pandemi Covid-19.

“Jadi rencana pelepasan saham ini sudah didok di APBD Tahun 2020. APBD 2020 kan disyahkan pada Tahun 2019 lalu. Artinya, ini sudah jauh-jauh hari ditetapkan sebelum adanya COVID-19,” kata Michael kepada Nusadaily.com, Senin 22 Juni 2020.

Membuktikan Kejelasan Saham

Menurut Michael, rencana dijualnya saham tersebut untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa Pemkab Banyuwangi benar-benar memiliki saham di perusahaan induk PT Bumi Sukses Indonesia (BSI). Yang beroperasi di penambangan emas Tumpang Pitu.

“Kita ingin melihat, saham ini benar-benar ada apa tidak. Soalnya selama ini tidak pernah masuk (PAD). Masyarakat juga bertanya-tanya, apa yang didapat dari saham tersebut? Nah untuk membuktikannya, kita jual sebagian,” kata Michael.

“Kebetulan saja, saat ini Banyuwangi tengah dilanda pandemi COVID-19. Ini juga bisa untuk membantu anggaran, mengingat banyak anggaran yang dipotong. DD dan transfer ke daerah juga dikepras. Ini kan mengganggu proses pembangunan. Dengan dijualnya sebagaian saham ini bisa sedikit membantu,” tutup Michael yang juga menjabat Ketua DPC Demokrat Banyuwangi. (ozi/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Bali

Kabar Gembira, Kawasan Wisata GWK Cultural Park Buka Kembali

0
NUSADAILY.COM - BADUNG - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembali untuk kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak bulan...