Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalNew Normal, Warga Sempat Bingung Urus Surat di Kantor Dispendukcapil Tulungagung

New Normal, Warga Sempat Bingung Urus Surat di Kantor Dispendukcapil Tulungagung

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Ratusan warga Tulungagung nampak mengantre di pintu sebelah barat Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tulungagung, pada Rabu. 3 Juni 2020 sejak pukul 06.00 pagi. Namun, tak nampak satupun petugas memberikan arahan kepada warga.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Satu per satu pegawai Dispendukcapil baru nampak hadir dan memasuki halaman kantor pada pukul 07.00 pagi. Warga yang kebingungan mengenai sistem antrian untuk mendapatkan panggilan pelayanan sesegera mungkin berinisiatif mengumpulkan berkas mereka.

Berkas untuk pengurusan EKTP dikumpulkan di bagian atas pagar. Sedangkan berkas untuk pengurusan perubahan dan pembuatan Kartu Keluarga (KK) dikumpulkan di pagar bagian bawah.Untuk pengurusan lain semisal akta kelahiran berbeda, karena pemohon diminta untuk membawanya sendiri sendiri.

Instruksi ini bukan datang dari petugas, sebab saat matahari meninggi dan petugas mulai berdatangan. Mereka malah meminta warga mengambil lagi berkas berkas yang telah dikumpulkan tersebut. Sontak hal ini menimbulkan kekecewaan.

Dwi, nama salah satu pemohon yang minta disamarkan identitasnya mengaku kecewa karena sudah terlanjur datang sejak pukul 06.00 dan mengumpulkan berkas pembaruan KTP nya namun ternyata harus mengantri dari awal. “Tau gitu dari tadi saya bawa berkas ini mas, ndak saya kumpulkan disana” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ahmad warga KEdungwaru, pemohon Akta kelahiran dan KK yang sehari sebelumnya sempat datang ke kantor Dispendukcapil pada pukul 09.00 Wib. Namun diminta kembali hari ini dengan alasan pelayanan sudah ditutup karena antrian sudah penuh.

“Saya itu bingung kan anak saya sudah lahir 2 bulan yang lalu, lha sama BPJS kan dikasi tenggat 3 bulan, kalau sampai bulan ini ndak dapat akta ya sudah ndak dicover lagi sama BPJS,” keluhnya.

Dirinya sendiri tidak tau harus bagaimana, sebab sejak datang pukul 06.30 pagi untuk mengantri, tidak ada petugas maupun petunjuk dan informasi lainnya yang bisa diperoleh pemohon.

“Lha iya,petugas ndak ada, papan informasi juga ndak ada,mau tanya siapa” jelasnya.

Warga Mengeluhkan Lamanya Pengurusan Surat

Perjuangan lebih berat harus dihadapai Septian (bukan nama sebenarnya) bapak muda dari kecamatan Gondang ini sudah mengurus akta kelahiran anaknya sejak bulan Maret. Namun sampai hari ini selalu gagal.

Dirinya sudah 6 kali datang ke kantor ini namun belum sampai duduk di meja antrian dan menyetorkan berkas permohonannya, dirinya sudah harus pulang lagi dan gagal.

“Leh saya sudah 6 kali kesini mas, kalau ada perkembangannya ya ndak papam lha tiap kali kesini selalu gagal, pertama disuurh online, sya coba ternyata ndak bisa masuk wes saya nunggu dulu beberapa hari” terangnya.

Pertama di bulan Maret dirinya mengurus akta kelahiran anaknya namun petugas mengarahkannya untuk mengisi berkas melalui jalur online. Kemudian saat dicoba ternyata tidak bisa diakses. Lalu saat dirinya kembali mengurusnya ke kantor Dispendukcapil, dirinya harus kembali lagi karena sedang ada pembatasan pelayanan selama masa pandemi Corona.

“Kemudian kesini lagi, tutup karena corona terus mau bagaimana, hari ini datang jam 06.00 ya sudah ngantri sampai sini” ucapnya.

Septyan tak patah semangat, demi anak pertamanya dia rela kembali mengantri dan lagi lagi pembatasan pelayanan karena Pandemi masih berlanjut hingga akhirnya Dispendukcapil ditutup selama seminggu karena 3 pegawainya reaktif. Kini dirinya kembali berjuang diantara pemohon lainnya demi untuk akta kelahiran anak pertamanya.

Sementara itu berdasarkan pantauan awak media, jelang pukul 08.00 pagi, petugas yang berdatangan mulai mengatur antrian dan meminta pemohon untuk tertib. Bagi mereka yang tidak memakai masker dan tidak memperhatikan physical distancing, tidak akan dilayani.

Perintah tersebut disampaikan petugas melalui pengeras suara dari dalam kantor untuk pemohon yang mengantri dilaur pagar Dispendukcapil.(fim/aka)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR