Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsRegionalAlami Deflasi, OJK Optimis Perputaran Ekonomi di Kota Malang Bisa Tumbuh

Alami Deflasi, OJK Optimis Perputaran Ekonomi di Kota Malang Bisa Tumbuh

NUSADAILY.COM – MALANG – Memasuki semester II Tahun 2020, Kota Malang tercatat mengalami tiga kali deflasi. Yakni pada periode bulan Maret sebesar -0,41 persen, April sebesar -0,12 persen dan Agustus -0,06 persen. Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang masih optimis jika pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh positif.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan upaya pemulihan ekonomi dengan melakukan restrukturisasi kredit yang diberikan kepada lebih dari 176 ribu debitur. Yang terbagi dalam Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) serta Non UMKM, sepanjang Agustus 2020.

“Berdasarkan data yang kami miliki, debet untuk UMKM adalah Rp 8,9 Triliun, sementara yang non UMKM adalah Rp 2,9 Triliun,” terang dia.

Dia menjelaskan, nilai restrukturisasi kredit diberikan kepada seluruh jenis lembaga jasa keuangan seperti leasing, pegadaian hingga Permodalan Nasional Mandiri (PNM). Dengan adanya pemberian restrukturisasi kredit tersebut, pihaknya mampu mencatat pertumbuhan positif pada kredit di wilayah Malang Raya.

“Selama lima bulan terakhir sejak Maret, posisi Juli, kredit di wilayah Malang Raya masih menunjukkan pertumbuhan positif 3,70 persen atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit secara nasional yang tercatat 1,53 persen secara years on years (YOY),” papar dia.

Dengan adanya pemberian restrukturisasi kredit tersebut, imbuh dia, angka kredit bermasalah masih dapat dijaga dalam kisaran 2,73 persen secara gross. “Ini menunjukkan risiko kredit perbankan masih dapat dikelola secara baik,” tandas dia.

Deflasi Kota Malang Sesuai Prediksi BI

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Azka Subhan, menilai deflasi yang dialami Kota Malang selama periode tiga bulan tersebut sesuai dengan prediksi BI Malang. Yang menargetkan pada 2020 ini inflasi berada dikisaran tiga persen dan deflasi dikisaran satu persen. “Sehingga, sepanjang masih dalam range tersebut tingkat inflasi masih terjaga,” terang Azka.

Pihaknya menargetkan, angka inflasi di Kota Malang pada 2020 masih berada di angka tiga persen lebih. “BI optimis inflasi Kota Malang masih sejalan dengan pencapaian sasaran inflasi tahun 2020, yaitu dikisaran tiga persen lebih,” kata Azka.

Pada Agustus 2020 ini, Azka menerangkan deflasi di Kota Malang disebabkan oleh adanya peningkatan pasokan di pasar khususnya untuk komoditas bahan makanan. “Karena seiring dengan telah dimulainya masa panen sehingga harga bahan makanan cenderung mengalami penurunan,” papar dia.

Selain itu, angka deflasi di Kota Malang juga dipengaruhi oleh penurunan harga di tarif angkutan udara. “Oleh karena itu mencermati deflasi yang terjadi di bulan Agustus 2020 ini lebih disebabkan karena faktor seasonal atau musiman,” pungkas dia. (nda)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Tarif 4 Jalan Tol Ini Bakal Naik, Ada Tangerang-Merak hingga Pandaan-Malang

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Sebanyak empat jalan tol kelolaan PT Astra Infrastruktur bakal naik tarifnya dalam waktu dekat. Sebanyak empat ruas jalan tol tersebut...