Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaNewsPejabat Jember Kontroversial Soal Honor Makam Covid-19 Resmi Dicopot

Pejabat Jember Kontroversial Soal Honor Makam Covid-19 Resmi Dicopot

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Bupati Jember Hendy Siswanto mencopot posisi Moh. Djamil dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang sempat tersandung masalah honor pemakaman korban Covid-19.

Djamil beralih posisi menjadi staf ahli, dan posisi Kepala BPBD selanjutnya dipegang oleh mantan Plt Kepala Bakesbangpol, Sigit Akbari.

“Kita tukar saja disitu,” kata Bupati Hendy ke wartawan di Pendopo Wahya Wibawa, Jumat, 24 September 2021 malam.

Pada saat bersamaan, keputusan Bupati Hendy tersebut disertai dengan pelantikan untuk pejabat-pejabat eselon II lainnya yang di definitifkan.

“Eselon II ini hasil uji kompetensi semua sudah selesai sebanyak 13 orang,” jelas pria berlatar belakang pengusaha itu.

Pejabat yang dilantik adalah Edy Budi Susilo (Kepala Bakesbangpol), Hadi Mulyono (Kepala Bappeda), Arismaya Parahita (Kepala Diskop UMKM),Eko Heru Sunarso (Kepala Dinas KLH ), Arif Tyahyono (Kepala Dinas PTSP), Widi Prasetyo (Kepala Dinsos), dan Yuliana Harimurti (Kepala Dinas Perpustakaan).

Ditambah lagi, dua staf ahli yaitu Achmad Imam Fauzi dan Joko Santoso; juga dua asisten Sekretariat Pemkab Jember atas nama Syafi’i dan Ruslan Abdul Gani.

Sedang Dirancang Penataan Birokrasi

Pengangkatan juga terjadi untuk drg. Nur Cahyohadi sebagai Direktur RSD Kalisat yang disertai promosi jabatan terhadap 3 orang auditor di eselon III, dan 34 orang eselon IV yang promosi di jabatan fungsional.

Saat ini, sedang dirancang penataan birokrasi Pemkab Jember melalui lelang jabatan untuk mengisi 15 pos jabatan eselon II yang sekarang masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

“Open bidding target Oktober. Nanti selesai semua pengisian jabatan tidak ada yang kosong supaya running,” Bupati Hendy.

Sedangkan, mengenai kasus honor pemakaman korban Covid-19 yang melibatkan Djamil sedang ditangani oleh Unit II Tipidkor Satreskrim Polres Jember. Kasusnya dalam tahap penyidikan.

Kepolisian menunggu perhitungan kerugian keuangan negara melalui audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kasat Reskrim AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, juga tengah menelusuri tengara pungutan liar honor pemakaman.
“Kita dalami dugaan korupsi seputar anggaran dan pungli. Kita memeriksa saksi-saksi dari relawan yang ikut bertugas memakamkan,” ungkap Komang.

Polisi telah mengantongi berbagai alat bukti. Termasuk dari hasil penggeledahan dokumen anggaran di kantor BPBD.

Namun, penetapan tersangka menunggu hasil gelar perkara dan audit untuk menghitung kerugian keuangan negara. “Ini masih kita rencana gelar perkara,” pungkas Komang.(sut/aka)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

PCR

Aturan Terbaru Perjalanan Udara Jawa-Bali, Wajib Tes PCR!

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Satuan Tugas COVID-19  menyampaikan pelaku perjalanan udara dari dan ke Pulau Jawa-Bali serta daerah PPKM level 3 dan 4 wajib menyertakan...