Adakah Korelasi Majunya Pariwisata dengan Maraknya Prostitusi Online?

"Sebenarnya tidak hanya karena berkembangnya pariwisata di Bali dan pekerja pariwisata di Bali yang menyebabkan banyaknya PSK online. Daerah lain yang tidak mengandalkan industri pariwisata juga cukup marak berkembang PSK online. Pariwisata hanya sebagian faktor pendukung berkembangnya PSK online," kata Sosiolog dari Universitas Udayana, I Gusti Ngurah Agung Krisna, Senin (6/5).

May 13, 2024 - 05:17
Adakah Korelasi Majunya Pariwisata dengan Maraknya Prostitusi Online?

NUSADAILY.COM – DENPASAR – Kasus dibunuhnya PSK online berinsial F dan RA di dua lokasi yang berbeda seperti menguak tabir gelap tentang prostitusi online di Bali yang kian marak.

Dalam sepekan terakhir, ada 2 kasus pembunuhan PSK online di Bali.

Apakah ada korelasi antara majunya pariwisata dengan maraknya prostitusi online di Bali?

Salah satu faktor penyebab munculnya PSK daring di Pulau Dewata diduga karena menggeliatnya industri pariwisata di sana.

"Sebenarnya tidak hanya karena berkembangnya pariwisata di Bali dan pekerja pariwisata di Bali yang menyebabkan banyaknya PSK online. Daerah lain yang tidak mengandalkan industri pariwisata juga cukup marak berkembang PSK online. Pariwisata hanya sebagian faktor pendukung berkembangnya PSK online," kata Sosiolog dari Universitas Udayana, I Gusti Ngurah Agung Krisna, Senin (6/5).

Krisna menilai, ada beberapa hal yang memicu munculnya PSK online. Pertama, faktor permintaan akibat industrialisasi di suatu daerah. Kedua, faktor perkembangan teknologi.

PSK daring dapat menjajakan layanannya dengan mudah hanya bermodal ponsel dan koneksi internet tanpa perantara atau persaingan dengan PSK lainnya.

Kemudahan yang terfasilitasi dengan kecanggihan teknologi itu membuat operasional PSK online lebih murah daripada di lokalisasi. Ditambah, PSK daring dapat menentukan sendiri tarif layanan yang diberikan meski harus menyesuaikan harga pasaran.

"Demand (permintaan) pun semakin dimudahkan tanpa perlu mereka pergi ke lokalisasi. Bermodal gawainya yang terkoneksi internet, mereka bisa mendapatkan calon pemuas kebutuhan biologis. Sesuai juga dengan apa yang ditawarkan dan berapa tarif yang harus mereka bayarkan," terangnya.

Faktor lainnya cukup klasik. Tuntutan ekonomi dan keterbatasan keterampilan mendorong orang menjajakan layanan seks, baik itu secara online maupun offline.

"Permintaan akan pemuas hasrat seks laki laki pun digunakan sebagai motivasi mereka melakukannya. Memang ada yang melakukan dengan pelanggan yang sama secara berulang berdasar atas kemampuan pelanggan untuk membayar PSK ini," katanya.

Hanya, ada kalanya PSK online bertindak curang. Mereka terkadang meminta tarif lebih mahal dari perjanjian yang sudah disepakati oleh pelanggan. Padahal, tarif layanan PSK online rerata lebih mahal ketimbang yang di lokalisasi.

Krisna menilai, pengguna jasa juga menganggap PSK hanya sebagai komoditas saja yang dapat diperlakukan seenaknya karena membayar. Sehingga, ketika ada ketidaksesuaian tarif, pelanggan seperti berhak melakukan apa saja terhadap PSK yang disewanya.

"Dampak komodifikasi tubuh perempuan inilah yang menyebabkan pria konsumennya melakukan apapun hingga fatalistik seperti membunuh. Karena tidak memanusiakan perempuan seperti dirinya. Tetapi seperti objek dagang yang hanya digunakan sebagai alat pemuas hasrat seksualnya," tuturnya.(han)