Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanSoal Video Viral Ultah Khofifah, Charles Meikiansyah: Jangan Digoreng hanya untuk Kepentingan...

Soal Video Viral Ultah Khofifah, Charles Meikiansyah: Jangan Digoreng hanya untuk Kepentingan Politik Sesaat

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Meski Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, sudah menjelaskan duduk persoalan penggalan video viral ulang tahun (ultah) dirinya yang seakan melanggar protokol kesehatan, tapi masih ada saja masyarakat yang berusaha menggoreng acara tersebut untuk menyudutkan Gubernur yang juga Ketua Muslimat itu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Charles Meikiansyah, Ketua DPP Partai NasDem, Bidang Media, mengaku sangat prihatin dan menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang mencoba menyudutkan Gubernur Jatim Khofifah, terkait penggalan video acara ultahnya yang seakan terjadi kerumunan sehingga terkesan melanggar prokes.

Padahal, kata Anggota DPR-RI dari Fraksi NasDem yang juga mantan Direktur pemberitaan Metro TV ini memberi penjelasan, bahwa sebuah acara bisa terlihat banyak atau sedikit orang yang datang, hanya tergantung sejauh mana kita mampu mengambil angle yang tepat.

“Jadi tergantung seberapa cerdas kita mengambil anglenya, disitu bisa dimainkan, orang yang sedikit bisa terlihat banyak, yang banyak bisa juga dijadikan terlihat sedikit,” kata Charles.

Sehingga kesimpulannya menurut Charles, masyarakat jangan menelan mentah-mentah video apapun yang tengah beredar, apalagi yang menimpa tokoh politik.

“Bisa jadi itu ada motif politik dibaliknya, jadi tolong jangan menafsirkan segala sesuatu hanya berdasarkan penggalan sebuah video, menjadi sangat bijak kalau tidak melihat dengan mata kepala sendiri, tidak usah mengomentari,” kata mantan Kepala Biro Metro TV Jatim ini.

Sebagai mantan wartawan, saya sangat meyakini apa yang dijelaskan Bu Khofifah bahwa acara tersebut hanya dihadiri 49 orang jika dibandingkan dengan kapasitas ruangan 1.500 orang, benar adanya.

“Saya berani buktikan bahwa apa yang dikatakan Bu Khofifah itu benar adanya, sebagai mantan wartawan, saya tahu bahwa dalam video itu terlihat ada kerumunan, karena oleh perekamnya diambil dari angle yang seakan terjadi kerumunan sesuai dengan keinginannya,” kata Charles.

Seperti diberitakan Nusadaily.com sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan duduk persoalan acara ulang tahun ke-56 dirinya yang berlangsung di rumah dinas pada tanggal 19 Mei 2021.

Menurutnya, ia tidak sampai melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 seperti yang santer disuarakan oleh berbagai pihak belakangan ini.

Khofifah gencar menjelaskan secara terbuka untuk media maupun kepada orang-orang terdekatnya sebagai upaya meluruskan kejadian yang sebenarnya.

“Ini benar langsung dari Ibu Gubernur,” ungkap Profesor Abdul Halim Subahar usai meneruskan pesan dari Khofifah ke nusadaily.com, Sabtu, 22 Mei 2021.

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Real Madrid Juara Liga Champion

NUSADILY.COM – JAKARTA – Fans Real Madrid gembira ria. Karena tim pujaannya berhasil menjadi juara Liga Champions 2021/2022. Los Blancos meraihnya setelah menumbangkan Liverpool...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Meski Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, sudah menjelaskan duduk persoalan penggalan video viral ulang tahun (ultah) dirinya yang seakan melanggar protokol kesehatan, tapi masih ada saja masyarakat yang berusaha menggoreng acara tersebut untuk menyudutkan Gubernur yang juga Ketua Muslimat itu.

Charles Meikiansyah, Ketua DPP Partai NasDem, Bidang Media, mengaku sangat prihatin dan menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang mencoba menyudutkan Gubernur Jatim Khofifah, terkait penggalan video acara ultahnya yang seakan terjadi kerumunan sehingga terkesan melanggar prokes.

Padahal, kata Anggota DPR-RI dari Fraksi NasDem yang juga mantan Direktur pemberitaan Metro TV ini memberi penjelasan, bahwa sebuah acara bisa terlihat banyak atau sedikit orang yang datang, hanya tergantung sejauh mana kita mampu mengambil angle yang tepat.

"Jadi tergantung seberapa cerdas kita mengambil anglenya, disitu bisa dimainkan, orang yang sedikit bisa terlihat banyak, yang banyak bisa juga dijadikan terlihat sedikit,” kata Charles.

Sehingga kesimpulannya menurut Charles, masyarakat jangan menelan mentah-mentah video apapun yang tengah beredar, apalagi yang menimpa tokoh politik.

“Bisa jadi itu ada motif politik dibaliknya, jadi tolong jangan menafsirkan segala sesuatu hanya berdasarkan penggalan sebuah video, menjadi sangat bijak kalau tidak melihat dengan mata kepala sendiri, tidak usah mengomentari,” kata mantan Kepala Biro Metro TV Jatim ini.

Sebagai mantan wartawan, saya sangat meyakini apa yang dijelaskan Bu Khofifah bahwa acara tersebut hanya dihadiri 49 orang jika dibandingkan dengan kapasitas ruangan 1.500 orang, benar adanya.

“Saya berani buktikan bahwa apa yang dikatakan Bu Khofifah itu benar adanya, sebagai mantan wartawan, saya tahu bahwa dalam video itu terlihat ada kerumunan, karena oleh perekamnya diambil dari angle yang seakan terjadi kerumunan sesuai dengan keinginannya,” kata Charles.

Seperti diberitakan Nusadaily.com sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan duduk persoalan acara ulang tahun ke-56 dirinya yang berlangsung di rumah dinas pada tanggal 19 Mei 2021.

Menurutnya, ia tidak sampai melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 seperti yang santer disuarakan oleh berbagai pihak belakangan ini.

Khofifah gencar menjelaskan secara terbuka untuk media maupun kepada orang-orang terdekatnya sebagai upaya meluruskan kejadian yang sebenarnya.

“Ini benar langsung dari Ibu Gubernur,” ungkap Profesor Abdul Halim Subahar usai meneruskan pesan dari Khofifah ke nusadaily.com, Sabtu, 22 Mei 2021.

Berikut pesan lengkap yang disampaikan Gubernur Khofifah:

“Saya mohon maaf yang sebesar- besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan bunyi pesta ulang tahun khofifah ada kerumunan atau serupa. Penjelasan dibawah ini semoga dapat memberikan info yang terlanjur terdistorsi:

  1. Bahwa syukuran tanggal 19 Mei semua persiapan tanpa sepengetahuan apalagi persetujuan saya. Berita yang muncul cenderung tidak faktual dan tidak obyektif.
  2. Tidak ada lagu ulang tahun, tidak ada ucapan ulang tahun, tidak ada bersalam atau berjejer, juga tidak ada potong kue tart ultah.
  3. Ada santunan yatim dan Sholawat Nabi seperti kegiatan lainnya. 10 anak yatim dan 2 orang tim sholawat dengan 6 orang rebana. Selesai acara mereka makan terus pulang.
  4. Ada penyerahan buku penanganan Covid-19 karya Dr. Suko Widodo (UNAIR).
  5. Yang hadir Wagub (tanpa istri), saya tanpa putera, Sekda dan beberapa OPD semua tanpa pendamping sebanyak 31 orang.
  6. Ada band yang biasa dipakai latihan OPD.
  7. Ada Katon Bagaskara karena tanggal 18 sedang ada giat di Surabaya. Katon juga kawannya Pak Sekda.
  8. Perihal chatering yang katanya nomer satu itu adalah Sono Kembang yang biasa menjadi langganan Grahadi setiap ada tamu.
  9. Tempat di halaman luar rumdin kapasitas normal bisa 1000 orang. Jika ditambah samping bisa sampai 1500 orang. Tetapi, yang hadir 31 orang plus 10 anak yatim dan 8 orang tim sholawat dan rebana.
  10. Angle yang diambil terkesan berkerumun saya mohon maaf. Tidak ada terbersit rencana syukuran bersama OPD apalagi pesta ultah. Jauh dari tradisi saya. Posisi berdiri adalah posisi jelang bubaran karena pada dasarnya undangan duduk. Kecuali tim chatering dan Bagian Umum.
  11. Lepas dari itu semua saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar- besarnya telah menjadikan suasana terganggu.

Demikian, mohon maaf jika video yang beredar seolah kami tidak memperhatikan protokol kesehatan hal tersebut tidak benar sama sekali”.

Sebelumnya, beredar di media sosial cuplikan video acara ulang tahun Gubernur Khofifah yang digelar di Gedung Grahadi pada tanggal 19 Mei 2021.

Video tersebut mendapat komentar dan kritikan dari warganet karena angle pengambilan gambar terkesan dihadiri banyak tamu undangan.

Polemik tudingan terjadi pelanggaran protokol kesehatan dalam acara ulang tahun ke-56 Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dibantah habis-habisan.

Khofifah menyampaikan klarifikasi bahwa sama sekali tiada nuansa pesta dan tidak banyak orang yang hadir dalam acara tersebut. Meski diantaranya terdapat musisi legendaris Katon Bagaskara.

Disebutkan hanya sekitar 49 orang yang hadir yang ke rumah dinasnya pada tanggal 19 Mei 2021. Sedangkan, kapasitas atau daya tampung maksimal tempat sebenarnya bisa dihadiri 1.500 orang.

Perihal kehadiran Katon Bagaskara dianggap sebagai peristiwa yang kebetulan, karena mampir bersama pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah Jatim, Heru Tjahjono. Katon Bagaskara bukan dalam rangka manggung.

 “Ada Katon Bagaskara, karena tanggal 18 (Mei) sedang ada giat di Surabaya. Katon juga kawannya Pak Sekda,” sebut Khofifah melalui pesan klarifikasi pada Sabtu, 22 Mei 2021.

Khofifah mengaku bukan tipe orang yang gemar berpesta merayakan hari ulang tahunnya meski menyandang status sebagai pejabat pemerintahan.

“Tidak ada terbersit rencana syukuran bersama OPD (Organisasi Perangkat Daerah), apalagi pesta ultah. Jauh dari tradisi saya,” tegas perempuan yang juga Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu.

Namun, Khofifah berupaya menunjukkan sikap merendah dengan menyampaikan permohonan maaf setelah video acara ulang tahunnya menjadi bahan perundungan media di media sosial.

“Lepas dari itu semua saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar- besarnya telah menjadikan suasana terganggu. Mohon maaf jika video yang beredar seolah kami tidak memperhatikan protokol kesehatan. Hal tersebut tidak benar sama sekali,” urainya.

Dia merasa polemik yang terjadi merupakan konsekuensi atas posisinya selaku publik figur. “Bahwa keluar video dan narasi pesta ultah, ya ini resiko jabatan yang harus super hati- hati. Meski saya wanti-wanti pol, jangan melakukan sesuatu yang membuat sensitif. Nyuwun pangapunten atas khilaf ini,” pungkas Khofifah.

Sedangkan, Heru mengatakan, acara tersebut merupakan inisiatifnya dan supaya tidak melanggar Prokes dikemas secara sederhana. Hanya kalangan terbatas yang hadir dengan jumlah sekitar 49 orang, karena selain Katon Bagaskara juga terdiri dari pejabat dan beberapa anak yatim.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ultah, Khofifah: Semoga Diberikan Kekuatan Membawa Kejayaan Indonesia

“Ibu Gubernur pun tidak tahu, karena surprise. Karena apa? Ibu Gubernur selalu perhatian kepada stafnya setiap ulang tahun. Tertutup, intern. Semua adalah staf dan OPD, itu pun tidak semua. Sudah di-swab. Katon Bagaskara itu teman saya,” bebernya. 

Upaya klarifikasi langsung dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa perihal kronologis peristiwa acara ulang tahunnya ke-56 mendapat reaksi positif. Khofifah dianggap telah menunjukkan tindakan yang transparan.

Baca Juga: Tinjau Gempa di Blitar, Gubernur Khofifah: Mitigasi Bencana Harus Komprehensif

“Penjelasan Gubernur untuk meluruskan kejadian supaya masyarakat tahu yang sebenarnya,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, Ahmad Hadinuddin, Sabtu 22 Mei 2021.

Khofifah memang sedang diterpa polemik acara ulang tahunnya pada tanggal 19 Mei 2021 yang oleh sejumlah pihak dianggap melanggar protokol kesehatan penanganan pandemi COVID-19.

Baca Juga: Gerindra Jatim Nilai Gubernur Khofifah Sudah Terbuka ke Publik Soal Acara Ultahnya

Tuduhan tersebut telah diklarifikasi oleh Khofifah dengan menyatakan, acara ulang tahunnya hanya dihadiri oleh 49 orang dan berlangsung sederhana dengan menyantuni beberapa anak yatim di rumah dinasnya. Sehingga, dirasa tidak sampai menimbulkan kerumunan.

Adalah pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah Jatim, Heru Tjahjono yang mengaku sebagai inisiator acaranya. Ia bermaksud memberi kejutan karena Khofifah kerap memperhatikan bawahan meski kepada para staf sekalipun.

Baca Juga: Acara Ultah Gubernur Khofifah Bukan Pesta Pora Walau Nongol Juga Musisi Katon Bagaskara

Kemasan ulang tahun secara sederhana diinisiasi Heru lantaran Khofifah bukan tipe pejabat yang gemar berpesta pora. Terlebih lagi, kesederhanaan atas pertimbangan saat ini sedang terjadi pandemi COVID-19.

Menurut Hadinuddin, berdasarkan kejadian tersebut, maka acara ulang tahun Khofifah tidak perlu dipermasalahkan secara berlebihan.

Baca Juga: Tepis Langgar Prokes, Gubernur Khofifah: Hanya 49 Orang yang Hadiri Acara Ultah

“Itu dalam batas toleransi, tidak sampai melanggar protokol kesehatan. Faktanya demikian. Apalagi, Gubernur selain memberikan klarifikasi juga menyampaikan permohonan maaf terbuka. Itu sikap sangat terbuka,” tuturnya.

 “Lepas dari itu semua, saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya telah menjadikan suasana terganggu. Mohon maaf jika video yang beredar seolah kami tidak memperhatikan protokol kesehatan, hal tersebut tidak benar sama sekali,” terang Khofifah. (A.Hanan Jalil)