Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanKomisi VIII DPR Soroti Komunikasi Publik Menag

Komisi VIII DPR Soroti Komunikasi Publik Menag

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA -Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq menyayangkan pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU). Dia meminta kompatriotnya itu memperbaiki pola komunikasinya sehingga tidak membuat pernyataan-pernyataan yang kontroversial dan kontra produktif.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Kita harus mengingatkan para pejabat publik agar tidak membuat pernyataan yang kontra produktif dan kontroversial. Para pejabat harus melakukan introspeksi diri bahwa pola komunikasi semacam itu jadi sangat rawan disalahfahami publik dan itu merugikan Presiden, merugikan pemerintah,” ucap politisi yang akrab disapa kang Maman itu kepada media, Senin (25/10/2021).

Mestinya, kata Kang Maman, sebagai pejabat negara, Yaqut Cholil yang akrab disapa Gus Yaqut, bisa memberikan statement yang menyejukkan di tengah upaya moderasi umat beragama di Tanah Air. 

“Ini persoalan komunikasi saja. Sebagai pejabat negara yang mengayomi seluruh umat beragama di Indonesia, Menteri Agama seharusnya sadar bahwa setiap kata yang keluar dari dirinya menjadi perhatian publik,” ujarnya. 

Kang Maman yang juga pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi itu, berharap agar Menteri Agama lebih berhati-hati dalam melakukan komunikasi publik.

Kang Maman sebenarnya memahami alibi Gus Yaqut yang menyebut bahwa ucapannya itu guna memberikan motivasi kepada para santri dan pesantren di bawah payung besar Nahdlatul Ulama (NU).

Apalagi, lanjut Kang Maman lontaran kalimat itu dikemukakan pada forum internal keluarga besar NU. Pastinya adrenalin Gus Yaqut terpacu untuk meninggikan marwah NU.

“Dari redaksional yang dikatakan beliau ‘hadiah untuk NU’ tidak An Sich memberikan Kemenag untuk NU. Namun NU dengan sifat inklusif serta moderat yang dimilikinya, diberikan kesempatan untuk mengelola Kemenag sehingga bisa menjadi pelindung bagi kelompok dan agama-agama lain,” kata Kiai Maman menjelaskan.

Kang Maman pun mengaku mengenal dengan Gus Yaqut. Menurutnya  Ketua GP Ansor itu punya komitmen yang luar biasa terhadap upaya moderasi umat beragama. 
Tentunya, statement yang kemarin keluar pun tidak serta merta mendegradasi kerja-kerja yang telah dilakukannya dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. 
“Ini hanya persoalan komunikasi saja,” Pungkas Kang Maman. (sir/wan)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR