Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanAnggota DPR: Revisi UU Migas Beri Kepastian Hukum Investor-Regulator

Anggota DPR: Revisi UU Migas Beri Kepastian Hukum Investor-Regulator

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menilai revisi Undang-Undang nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) akan memberikan kepastian hukum. Baik bagi para investor maupun bagi regulator, yaitu Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Komisi VII DPR Dorong RUU Migas Terealisasi pada 2022

“Harapannya UU Migas yang baru merupakan landasan hukum yang membuat sektor migas kompetitif. Ada berbagai permasalahan namun yang penting menjawab permasalahan di sektor migas,” kata Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakannya dalam Focus Group Discussion “Masa Depan Industri Hulu Migas di Indonesia dalam menghadapi Transisi Energi” yang digelar Pandawa Nusantara di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (7/12).

Menurut dia, ada beberapa aspek permasalahan yang harus diselesaikan melalui revisi UU Migas tersebut. Dia menjelaskan, pertama, aspek politis, karena revisi UU Migas telah masuk ke DPR sejak 2008.

BACA JUGA : Hari Ini DPR Gelar Paripurna, Ambil Keputusan Terkait RUU Otsus Papua

“Kedua adalah aspek yuridis, karena Mahkamah Konstitusi (MK) telah membatalkan beberapa pasal dalam UU Migas yang lama,” ujarnya.

SKK Migas

Eddy mengatakan, revisi UU Migas juga diharapkan dapat memperkuat dan membantu SKK Migas memenuhi target lifting migas 1 juta barel per hari pada 2030.

Menurut dia, saat ini SKK Migas merupakan badan ad hoc. Sementara para pengembang ingin memiliki kepastian hukum yang bisa membuat mereka mengikat kontrak untuk eksploitasi migas.

BACA JUGA : Pengesahan UU Otsus, Wujud Komitmen Pemerintah untuk Papua

Selain itu dia mengatakan, UU Migas baru juga akan mempermudah perizinan bagi para investor yang akan berinvestasi di industri migas Indonesia.

“UU Migas yang ada saat ini membuat para investor tidak tertarik dan tidak mau berinvestasi karena perizinan yang masih rumit. Jadi tidak menarik sektor migas Indonesia dibandingkan dengan negara lain, tidak atraktif, jumlah izin bikin sakit kepala bagi investor yang ada di Indonesia,” katanya.

Eddy memastikan DPR RI akan merevisi UU Migas pada Masa Sidang DPR RI. Berikutnya karena sudah diputuskan di Badan Musyawarah di DPR. Agar revisi UU Migas masuk Prolegnas 2022 dan mulai dibahas pada masa sidang mendatang.(ros)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed