Menteri Abdul Halim Launching Desa Digital Kendalbulur Tulungagung, Ada Panic Button dan Marketplace

  • Whatsapp
menteri abdul halim launching desa digital
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar (kiri berpayung) di Desa Kendalbulur Tulungagung. Foto: Firmanto Imamsyah/nusadaily.com
banner 468x60

TULUNGAGUNG – Menteri Abdul Halim launching Desa digital Kendalbulur Kecamatan Boyolangu Tulungagung. Secara resmi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar meluncurkan desa itu pada Kamis (29/10) siang tadi.

Baca Juga

BACA JUGA: Belum Genap 2 Bulan, Pengunjung Taman Nangkula Tembus 100 Ribu

BACA JUGA: Desa Digital Ponorogo Dorong Lahirkan UMKM Baru – Imperiumdaily.com

Tidak hanya meresmikan Desa Digital Kendalbulur, kehadiran Menteri Abdul Halim juga menandai pembangunanan perluasan wisata buatan Nangkula Park. Lokasinya di Desa Kendalbulur yang sejak pertama berdiri sudah dioperasionalkan oleh Bumdes setempat.

Desa Digital sendiri merupakan upaya yang dikembangkan oleh pemerintah desa Kendalbulur dalam melayani warganya secara digital. Kepala Desa Kendalbulur, Anang Mustofa menyebut salah satu pelayanan yang bisa dilayani dengan desa digital ini. Yakni layanan permohonan pembuatan surat bagi warga Desa Kendalbulur.

“Warga tinggal memilih jenis suratnya, hasilnya dicetak di kertas dan saya tinggal tanda tangan. Setiap saat setiap waktu saya bisa tanda tangan apalagi aplikasi ini kan terhubung ke handphone kades, jadi saya bisa tahu,” paparnya.

Sebelumnya pelayanan harus dilakukan secara manual. Di mana pemohon harus menunggu berhari hari untuk mendaapatkan surat yang diinginkan. Kini dengan digitalisasi ini pemohon hanya butuh waktu lebih kurang lima menit untuk bisa mendapatkan surat sesuai yang diinginkannya.

“Paling tiga sampai lima menit sudah jadi, tidak usah nunggu berhari-hari,” tegasnya.

Pelayanan bukan satu satunya hal yang diutamakan. Aplikasi yang bisa didownload oleh warga Desa Kendalbulur itu telah diujicobakan ke 2 RT. Terdapat panic button yang bisa dimaksimalkan saat warga ada dalam kondisi membutuhkan pertolongan.

“Warga terdekat dengan lokasi bisa langsung memeriksa keadaan yang terjadi. Saat ada kejahatan, kecelakaan dan hal-hal lain bisa langsung dikabarkan,” ucap Anang dalam acara Menteri Abdul Halim launching Desa digital itu.

Masih menurut Anang, kemudahan memasarkan produk hasil kebun warga. Maupun hasil usaha warga juga menjadi kelebihan lain dari aplikasi yang telah terhubung dengan marketplace ini.

“Kita juga tersambung ke market place, jadi hasil bumi maupun produk UKM kita bisa langsung tersambung dengan market place,” ungkapnya.

Menteri: Aplikasi Desa Kendalbulur Wajib Ditiru Desa Lain

Sementara itu di hadapan undangan yang mengikuti launching ini, Menteri Abdul Halim memberi keterangan. Desa Kendalbulur akan menjadi desa yang akan terbebas dari kelaparan dan kemiskinan. Selama terus dikelola dengan baik seperti yang selama ini telah ditunjukkan oleh kepala desa dan jajarannya.

Kepada Nusadaily.com, Menteri Abdul Halim berujar bahwa aplikasi desa digital seperti ini sudah sepatunya dipelajari. Desa-desa lain harus menerapkan untuk melayani warganya.

“Iya pasti akan kita adopsi dan dijadikan patokan untuk desa-desa lain, silahkan belajar ke Desa Kendalbulur ini,” ucapnya.

Tidak hanya memuji pengelolaan desa digital di Kendalbulur, pihaknya juga mengapresiasi pemerintah desa. Sebab telah memberdayakan dana desa hingga bisa membangun Nangkula Park. Dalam empat bulan mampu meraup omzet hingga Rp 1,5 miliar. Dengan rata-rata pemasukan per hari sebesar Rp 12 juta.

“Pak Kades ini prinsipnya uang masuk sebanyak-banyaknya, tapi jangan sampai keluar. Makanya digunakan untuk subsidi benih padi, kesehatan, hingga Pajak PBB tadi,” pungkasnya.(fim/cak)

Post Terkait

banner 468x60