Mengenal Sosok Artidjo, Sogok Aku Kau Kutangkap

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Dunia hukum Indonesia baru saja kehilangan salah satu tokoh terbaiknya, Artidjo Alkostar pada Minggu, 28 Februari 2021.

Siapakah sosok Artidjo Alkostar? dia merupakan hakim yang terkenal tegas dan tak pandang bulu ketika memutuskan sebuah perkara.

Saking tegasnya, perjalanan hidupnya pun diabadikan lewat sebuah buku yang berjudul “Sogok Aku, Kau Kutangkap”.

Berikut adalah gambaran sosok Artidjo Alkostar dalam buku tersebut.

Artidjo AlKostar adalah seorang mantan hakim agung di Indonesia. Sosoknya sempat menjadi kontroversial karena putusannya atas kasus-kasus korupsi.

Keberaniannya mengambil keputusan sempat ramai diberitakan media.

Kegelisahan Artidjo atas tawaran mendaftar sebagai Hakim Agung, menggiringnya ke kenangan masa silam. Bersama sang istri, Artidjo bercerita tentang masa kecilnya di Asembagus, Situbondo.

Kecintaannya pada kambing dan sapi, sampai membuatnya berdebat dengan sang ayah. Kekeraskepalaan Artidjo sudah muncul semenjak kecil.

Tak disangka, bidang hukum awalnya sama sekali tidak menarik bagi Artidjo, karena dia bercita-cita kuliah di jurusan pertanian demi membantu para petani di Asembagus. Takdir menggiring Artidjo mengambil jurusan hukum meski dipenuhi dengan keraguan. Nyasar yang membawa berkah.

Memasuki dunia kuliah, Artidjo semakin menemukan idealismenya. Meski bukan di jurusan yang diimpikannya, tapi ternyata kuliah hukum sangat menarik baginya. Diskusi antar mahasiswa hukum mulai muncul dalam alur cerita, tentang sejarah hukum di Indonesia dan pengaruh kolonialisme.

Artidjo mulai masuk organisasi kemahasiswaan dan mulai melakukan aksi-aksi demonstrasi untuk mengkritisi kebijakan Universitas Islam Indonesia, tempatnya mencari ilmu.

Melalui organisasi ini hasrat Artidjo untuk memberikan keadilan dengan seadil-adilnya semakin besar, dan perjuangannya berlanjut dalam sebuah lembaga hukum yang memperjuangkan keadilan bagi rakyat kecil.

Kasus-kasus yang ditangani Artidjo Alkostra diceritakan sekilas, tapi cukup menggambarkan kondisi Indonesia pada masa tersebut.

Kasus Petrus dan Insiden Santa Cruz menjadi salah dua kejadian yang ditangani oleh Artidjo. Saya yang tidak terlalu tahu dengan kejadian sekitar tahun 80-an tersebut, menjadi mempunyai gambaran besar tentang kondisi menegangkan di saat itu. (kal)