Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimTidak Mudah Terapkan PSBB, Pemkot Surabaya Belum Ajukan ke Menkes

Tidak Mudah Terapkan PSBB, Pemkot Surabaya Belum Ajukan ke Menkes

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Kajian penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Kota Surabaya belum selesai, sehingga Pemkot belum menerapkan PP No 21 tahun 2020 tersebut.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam rangka percepatan penanganan penyebaram Covid-19 mengingat jumlah terpapar Covid tertinggi di Jatim, dengan menerapkan PSBB masih harus koordinasi dengan Pemerintah Provinsi, sesuai regulasi PP No 21 tahun 2020 tersebut.

Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menerapkan PSBB harus berkoordinasi dengan Pemprov setempat kemudian baru diajukan ke Menteri Kesehatan RI di Jakarta.

Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M. Fikser mengatakan, sebelum menerapkan PSBB, pihaknya harus menyelesaikan kajian-kajian dan analisa PP Nomor 21 Tahun 2020 ini. Pihaknya juga belum mengajukan surat kepada kementerian terkait penerapan PSBB di Surabaya.

“Saat ini kita masih terus berdiskusi dengan instansi terkait membahas kajian dan analisa dampak dari penerapan PSBB ini. Setelah kajian dan analisa dilakukan, maka itu kemudian dilaporkan dahulu kepada wali kota (Tri Rismaharini),” kata Fikser di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Senin, 6 April 2020.

Surat pengajuan tersebut akan diteruskan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sebelum ke Menkes RI, Pemerintah Pusat. Sebelum ada penerapan PSBB, harus melalui beberapa rangkaian prosedur yang harus dilaksanakan.

“Tidak mungkin Pemkot langsung kirim surat ke Pemerintah Pusat, karena kan harus melalui tahapan ke Provinsi dahulu. Nah, jika di Provinsi sendiri belum ada surat pengajuan itu, otomatis PSBB ini belum diterapkan,” katanya.

Sebelum PSBB ini dijalankan, dampak yang ditimbulkan dari adanya penerapan itu juga harus dipikirkan. Mulai dari dampak ekonomi, hingga sosial masyarakat. Makanya, pihaknya memastikan terus melakukan kajian dan analisa penerapan PSBB ini.

“Pemkot saat ini masih sebatas memberikan imbauan-imbauan di lapangan kepada masyarakat,” jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya ini juga mengungkapkan, selama ini Pemkot Surabaya bersama instansi terkait hanya sebatas melakukan imbauan-imbauan kepada masyarakat sebagai upaya preventif mencegah penyebaran Covid-19. Salah satunya yang berlangsung di 19 titik akses pintu masuk ke Kota Surabaya.

“Jadi sekarang ini Pemkot Surabaya melakukan imbauan-imbauan yang dilakukan bersama aparat di lapangan, tidak ada tindakan pelarangan atau penutupan,” ujarnya.

Di samping imbauan, Pemkot Surabaya bersama instansi terkait juga melakukan penyemprotan bagi kendaraan di 19 pintu masuk ke Kota Surabaya, sebagai upaya preventif melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19.(ima)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR