Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimPolda Jatim Bongkar Sindikat Prostitusi Online di Tengah Pandemi

Polda Jatim Bongkar Sindikat Prostitusi Online di Tengah Pandemi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Sindikat prostitusi online dibongkar Tim Renakta Unit III Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim. Dalam siaran persnya, Rabu (19/8/2020), Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunojudo Wisnu Andiko, menjelaskan pengungkapan kasus prostitusi online di tengah pandemi COVID-19 ini. Polisi berhasil menangkap seorang mami (germo,red) berinisial C, alias S (46) warga Lumajang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Prostitusi Online MiChat Pontianak Dibongkar, Ada 5 Anak di Bawah Umur

Tersangka diduga melakukan tindak pidana memudahkan perbuatan cabul dan mengambil keuntungan dari perbuatannya. Modus sindikat prostitusi online menawarkan praktik asusila memudahkan perbuatan cabul tersebut melalui aplikasi message atau pesan kepada tamu Pub dan Karaoke di Jalan Arjuno Surabaya.

Yang ditawarkan adalah para LC, dan atau pemandu lagu, yang bisa diboking untuk memberikan layanan intim. “Dasar polisi adalah laporan penyelidikan, pada tanggal 14 Agustus 2020, yang ditangan Unit III Subdit IV Reskrim Polda Jatim,” ujarnya.

Sementara itu korbannya adalah NH (40) , warga Sedati, Sidoarjo dan IS (28) Karangpilang, Surabaya. Korban oleh para tamu dibawa ke hotel “P” atau room karaoke dan club ” A” di Arjuno , Surabaya.

BACA JUGA: Hanya Rp 800 Ribu Tarif Layanan Seks Prostitusi Online di Madiun

Dari tangan tersangka disita pakaian, celana dalam wanita. Satu buah celdam pria. Satu buah alat kontrasepsi atau kondom bekas pakai.
Satu buah sprei warna putih. Bukti bill hotel dan alat kontrasepsi tak terpakai, divice HP, uang 2,250 juta rupiah dan uang 4,450 juta rupiah.

“Dalam penyidikannya ini tersangka dijerat pasal 296 KUHP dan 596 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun,” ujar Kombes Trunojudo. Ditambahkan bahwa, profesi tersangka adalah waiters dan menjalankan bisnis sebagai mami.

Tersangka kepada Nusadaily.com, mengatakan sudah 6 bulan menjalankan prostitusi online ini. Tapi dia menyangkal mendapatkan keuntungan pribadi. “Saya tidak menawarkan atau mendapat keuntungan dari situ, Pak,” ujarnya mengelak.

Ditest Rapid

Kombes Pol Trunojudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa di tengah pandemik Covid, Polisi tetap berupaya menegakkan protokol kesehatan. Bahkan seluruh tahti atau tahanan titipan di Polda dilakukan test rapid. Termasuk kepada tersangka ini. Sejauh ini tidak ada yang positif. Untuk kasus ini test rapid akan dilakukan seluruhnya.

Sekadar diketahui, di masa pandemi Polisi melakukan sejumlah razia dan operasi tertib protokol kesehatan. Dalam upaya itu, polisi mendapat laporan dan mencurigai ada seorang LC keluar dari Club Karaoke dan Club Arjuno. Tamu dan LC ini dikuntit menuju hotel.

Saat itulah digrebek. Alhasil tersangka Christiani alias Sanny (46), warga asal Jl. Brantas 54 Jogoyudan Lumajang domisili di Petemon Barat 220 Kamar 35 Sawahan, Kota Surabaya. Dua korbannya LC atau pemandu lagu NH (40) Kecamatan Sedati, Sidoarjo, IS, 28, Karang Pilang, Kebraon, Surabaya.

Di Arjuno club dan karaoke, ini ada mami Christiani ini menyediakan LC yang bisa memberi layanan berhubungan intim dalam room karaoke dan hotel. Informasi masuk ke Polisi Minggu, 2 Agustus 2020. Lalu pada Kamis 13 Agustus 2020, dalam penyelidikan mencurigai tamu keluar dari Arjuno Pub dan Karaoke bersama LC, menuju hotel.

Alhasil saat penggerebekan, para pemandu lagu diamankan. Pemandu lagu ini saat digrebek tanpa memakai celana dalam, dan BH. Turut diamannan 4 orang LC, dua tamu, dua kasir, dua mami LC, dan dua marketing Arjuno Club.

Polisi dalam kasus ini telah memeriksa 14 saksi, dan hanya satu orang ditetapkan sebagai tersangka. Kasubdit IV Lintar Mahardhono, SH, SIK, MIK, menjelaskan dalam rilisnya juga menyita sejumlah uang, sprei, alat kontrasepsi, device Blackberry dan celdam pria wanita.(ima)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR