Senin, September 20, 2021
BerandaNewsJatimPegiat Anti Narkoba Diringkus Polisi, Diduga Jadi Bandar Narkoba

Pegiat Anti Narkoba Diringkus Polisi, Diduga Jadi Bandar Narkoba

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Dua hari ini publik Surabaya dikagetkan dengan aksi penangkapan jajaran Reskoba Polres KP3 Tanjung Perak Surabaya. Pasalnya, Polisi sukses membekuk anggota pegiat anti Narkoba yang justru malah menjadi bandar.

Informasi yang dihimpun, pelaku berinisial HE (48) adalah oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Anti-Narkoba dan Psikotropika GMDM.

Dia ditangkap Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, karena memiliki barang haram jenis Sabu, di Jl. Kalianak Barat no 43 Surabaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan saat Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan penyelidikan, dan menggeledah rumah pelaku yang dicurigai menjadi ajang bisnis narkoba tersebut.

Alhasil Polisi menemukan 3 poket sabu seberat 1,07 gram, 0,43 gram, dan 0,53 gram serta dilengkapi dengan timbangan elektrik.

“HR, disamping menjadi pemakai juga menjadi pengedar,” kata Kapolres Ganis, Selasa (6/7/2021).

“Jadi pengungkapan ini merupakan adanya informasi dari masyarakat bahwa ada salah satu oknum LSM Anti-Narkoba dan Psikotropika GMDM yang menjadi pemakai dan sekaligus menjadi bandar,” bebernya.

Saat ditanya Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak soal itu tidak dibantah sama sekali oleh HR sembari tertunduk.

BACA JUGA: HNW Desak Kemenag dan BAZANAS Tingkatkan Program Bagimu Lama dan Santir

”saya membeli Sabu dari seseorang bernama SB (DPO) dengan cara dititipi untuk dijual kembali,” akunya.

“Untuk Tersangka SB (DPO) kami akan kembangkan terus dan kami buru,” imbuhnya.

Kini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, HR dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkas AKBP Ganis.

Sementara itu, Isma Hakim Rahmat, STP, Ketua Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN) Kota Surabaya, mengapresiasi upaya Polres Tanjung Perak, bahkan Isma menyatakan dukungannya.

BACA JUGA: Ningxia Tawarkan Beasiswa untuk Santri Indonesia

Dia sangat menyesal jika ada aktivis atau ada orang yang ngaku anti Narkoba tetapi di belakang dia bermain “haram” dengan narkoba, maka hukumannya sebenarnya harus lebih berat.

“Orang yang tahu dan tidak tahu itu ada bedanya. Sengaja atau tidak sudah jelas terlihat di motif pelaku. Dalam kaidah syar’i juga harus lebih berat hukumannya,” tegasnya.

Selanjutnya, GIAN Kota Surabaya akan terus mendukung upaya represif jajaran Polri untuk membersihkan peredaran Narkoba di Surabaya sampai akar-akarnya. (ima/kal)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...