Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsJatimHadfana Sebar Sendiri Video Tendang Sesajen Semeru

Hadfana Sebar Sendiri Video Tendang Sesajen Semeru

NUSADAILY.COM – LUMAJANG – Hadfana Firdaus mengakui perbuatan kontroversialnya yang mengata-ngatai sekaligus menendang sesajen di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Ia bahkan mengakui dirinya secara sengaja menyebarluaskan melalui media sosial perihal rekaman aksi yang termuat dalam video berdurasi 27 detik tersebut.

Hadfana bertujuan agar banyak orang melihat sikapnya yang kala itu didorong oleh keyakinan menentang tradisi sesajen.

Meski berikutnya, ia meminta maaf karena merasa tindakannya tidak patut setelah publik bereaksi dengan protes luas, dan polisi memproses hal itu secara hukum.

BACA JUGA: Hadfana, Penendang Sesajen di Gunung Semeru Minta Maaf

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengutarakan bahwa Hadfana berkata secara spontanitas mencaci-maki serta menendang sesajen yang berada salah satu pura di Dusun Sumbersari, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo.

Perbuatan itu tanpa direncanakan, karena semula Hadfana datang ke Lumajang dengan tujuan berpartisipasi menangani dampak bencana awan panas guguran Semeru. Tiba-tiba saja, yang bersangkutan ingin berulah saat melihat sesajen.

Eka menyebut, penuturan Hadfana ke penyidik memang sengaja meminta seseorang tak dikenal yang kebetulan berada di dekatnya untuk merekam dengan telepon selulernya sendiri. Kemudian, rekaman itulah yang diunggah ke berbagai jejaring media sosial.
 
“Yang merekam orang lain, kebetulan ada di tempat dan dimintai tolong untuk merekam oleh tersangka agar mengambilkan gambar. Untuk yang menyebarkan pertama kali adalah tersangka sendiri,” beber Eka, Jumat, 21 Januari 2022.

Hadfana tertangkap dalam perburuan oleh tim gabungan polisi. Hingga pada Kamis, 20 Januari 2022 semalam oleh Polres Lumajang dijemput dari Polda Jatim.

BACA JUGA: Penendang Sesajen Semeru Ditangkap Polisi di Bantul

Eka menyampaikan, pemindahan tempat penahanan Hadfana tersebut bertujuan memudahkan proses penyidikan hingga naik ke penuntutan oleh kejaksaan ke pengadilan.
 
Menurut Eka, sudah sangat terpenuhi unsur tindakan kriminal Hadfana dari isi video. Selain itu, sangkaan diperkuat dengan keterangan 8 orang saksi dan 4 orang saksi ahli.

“Kami periksa saksi-saksi 8 orang, dan keterangan saksi ahli bahasa, ahli sosiologi, ahli teknologi informasi, dan ahli hukum pidana,” jelas Eka.

Hadfana menjadi tersangka ujaran kebencian terhadap golongan tertentu serta menyalahgunakan media teknologi informasi. Sehingga, dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 29 ayat (2) UU tentang ITE, dan Pasal 156 juncto Pasal 158 subsider Pasal 14 ayat (1) KUHP yang ancaman hukumannya 6 tahun penjara.
 
“SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) sudah kami kirim ke Kejaksaan. Kita upayakan segera untuk melimpahkan kasus ini segera,” tegas Eka. 

BACA JUGA: Lelaki Penendang Sesajen Semeru Dikeler ke Sel Tahanan Polres Lumajang

Selebihnya, untuk mencegah kejadian serupa, polisi terus mendata detail sekaligus memantau setiap orang relawan yang datang ke lokasi bencana Semeru. Pengawasan juga melibatkan sejumlah organisasi sosial, kemasyarakatan, dan keagamaan.
 
“Pendataan terus kami lakukan. Kami juga gandeng ormas seperti NU dan Banser untuk turut mengawasi bersama,” pungkas Eka. (hud/sut)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Asyik Main Air Banjir, Bocah di Gresik Digigit Ular

NUSADAILY.COM – GRESIK  -  Ini peringatan bagi para orang tua agar menjaga anaknya saat bermain air. Karena ada kejadian saat sedang asyik bermain air...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily