Minggu, Juli 3, 2022
BerandaNewsJatimGara - gara PMK, Harga Sapi di Madiun Raya Anjlok Parah

Gara – gara PMK, Harga Sapi di Madiun Raya Anjlok Parah

NUSADAILY.COM – NGAWI – Mewabahnya penyakit mulut dan kaki (PMK) kini mulai berdampak terhadap penjualan hewan ternak. Terpantau harga jual sapi di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Ngawi dan Magetan anjlok cukup parah. Harga tiap ekornya turun Rp2 hingga Rp3 juta.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Seperti pada Pasar Hewan Legi di Desa Kandangan, Kecamatan Kota Ngawi. Selain harga turun drastis, sapi pun tidak laku. Sebagian penjual nekat bertahan, beberapa lainnya pilih membawa pulang sapinya.

Sebelum PMK merebak, ribuan sapi peternak dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, hingga Bojonegoro berjajar rapi di pasar hewan ini. Namun kini pemandangan pasar mulai lengang dan hanya tersisa ratusan sapi saja.

BACA JUGA: Pasar Hewan Pon Magetan Lockdown Dadakan, Pedagang: Harusnya Pemerintah Lebih Solutif

Bahkan, Karnianto, seorang pedagang sapi asal Kabupaten Magetan, mengaku baru mendapat akses masuk ke pasar itu setelah berdebat dengan petugas.

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Kisah Pengusaha Cilok Sukses Raih Omzet Rp 15 Juta per Hari, Dulu Bermodal Rp 48.000

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Jatuh bangun berkali-kali, kisah pengusaha cilok ini sukses menginspirasi. Dulu modalnya hanya Rp 48.000, kini usahanya beromzet 15 juta perhari. Tak...

NUSADAILY.COM - NGAWI - Mewabahnya penyakit mulut dan kaki (PMK) kini mulai berdampak terhadap penjualan hewan ternak. Terpantau harga jual sapi di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Ngawi dan Magetan anjlok cukup parah. Harga tiap ekornya turun Rp2 hingga Rp3 juta.

Seperti pada Pasar Hewan Legi di Desa Kandangan, Kecamatan Kota Ngawi. Selain harga turun drastis, sapi pun tidak laku. Sebagian penjual nekat bertahan, beberapa lainnya pilih membawa pulang sapinya.

Sebelum PMK merebak, ribuan sapi peternak dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, hingga Bojonegoro berjajar rapi di pasar hewan ini. Namun kini pemandangan pasar mulai lengang dan hanya tersisa ratusan sapi saja.

BACA JUGA: Pasar Hewan Pon Magetan Lockdown Dadakan, Pedagang: Harusnya Pemerintah Lebih Solutif

Bahkan, Karnianto, seorang pedagang sapi asal Kabupaten Magetan, mengaku baru mendapat akses masuk ke pasar itu setelah berdebat dengan petugas.

Dia berharap 4 ekor sapi yang dibawanya dari Magetan bisa laku di pasar hewan wilayah tetangga.

"Saya berharap dapat rejeki di Pasar Legi ini, sapi saya laku. Alih-alih laku mas, sama saja dengan Magetan sapi yang saya bawa tidak laku, harganya turun 3 jutaan malahan. Padahal tadi sebelum masuk sini gontok-gontokan dengan petugas," katanya kepada nusadaily.com, Jumat (20/5/2022).

BACA JUGA: Daging Hewan Terpapar PMK Aman Dikonsumsi, Begini Penjelasan Pakar Kesehatan Unair

Hal serupa dialami pedagang sapi asal Madiun, Tulus Pramono. Ia juga harus berjuang melawan petugas ketika hendak masuk ke pasar hewan itu.

Dari 12 ekor sapi yang Ia bawa, satu pun tak ada yang laku. Tulus terpaksa membawa pulang kembali sapinya dengan tangan hampa.

"Wis pokok e pedagang susah mas, nggak laku dan harganya pun terjun bebas," ungkap Tulus.

Saat ini, para pedagang mengaku hanya bisa pasrah. Sembari berharap PMK segera tertangani, terlebih berapa bulan lagi memasuki Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban. (nto/lna)