Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaNewsEkonomiTarget BI Nilai Tukar Rupiah Menguat Rp 15.000 Akhir 2020

Target BI Nilai Tukar Rupiah Menguat Rp 15.000 Akhir 2020

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Perlahan rupiah terus menguat, sebagaimana disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang menyatakan sejumlah kebijakan telah ditempuh, untuk menciptakan stabilitas di pasar keuangan akan memperkuat nilai tukar rupiah menjadi Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir 2020.

Perry optimistis nilai tukar rupiah saat ini masih berada pada level yang memadai ditambah dengan stabilitas pasar keuangan yang terus dijalankan BI untuk menenangkan pasar.

“Nilai tukar rupiah di pasar modal dan di pasar keuangan itu bisa kami jaga. Kami mempunyai keyakinan bahwa nilai tukar tidak hanya bergerak stabil tapi juga menguat sampai dengan Rp15.000 pada akhir tahun ini,” ujar Perry dalam video conference, Jakarta, Kamis 2 April 2020.

Dia menjelaskan, kepercayaan investor sudah mulai terbangun dan ketenangan pasar sudah mulai tercipta, meski ketidakpastian masih membayangi pasar keuangan nasional. 

Perry mengungkapkan, bahwa skenario terburuk asumsi makro ekonomi dampak Covid-19 yang disampaikan Rabu 1 April 2020 kemarin perihal rupiah akan tembus Rp20.000/dolar AS merupakan perhitungan terburuk dan bukan proyeksi.

“Dalam konteks seperti ini, kita perlu mempertegas lagi yang disampaikan kemarin dalam konferensi pers, khususnya terkait dengan angka makroekonomi kemarin yang kita sampaikan. Kita perlu jelaskan bahwa angka makro itu adalah what if scenario, bukan proyeksi,” ujarnya.

Perry juga menjelaskan asumsi makro dalam skenario buruk dan terburuk itu juga akan dihindari oleh pemerintah. 

“Kita dari berbagai policy yang Insyaallah kita lakukan secara baik, perekonomian kita upayakan tidak akan lebih rendah dari 2,3% PDB. Dengan langkah stimulus fiskal dan juga stabilitas di sektor keuangan dan juga termasuk nilai tukar rupiah,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah memaparkan asumsi makro dalam skenario akibat pandemi Covid-19. Asumsi tersebut antara lain nilai tukar (kurs) rupiah diperkirakan mencapai Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada kondisi berat, dan dalam skenario terberat mencapai Rp20.000 per dolar AS.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi akan turun ke 2,3% dalam skenario buruk, bahkan dalam skenario terburuk bisa -0,4%.

Laju inflasi pun diperkirakan mengalami peningkatan yang sangat tajam dari perkiraan dalam pagu anggaran 2020 yang sebesar 3,1%. Dalam skenario berat tingkat inflasi mencapai 3,9% dan skenario terberat tembus 5,1%.(dan)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

dion kejang

Terkena Masalah Kejang Otot, Celine Dion Batalkan Tur Konser

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Celine Dion mengumumkan bahwa ia membatalkan pertunjukan musim gugur terbarunya di Resorts World Theatre. Dalam laman situs resminya, pertunjukan yang...